Rabu, 17 Agustus 2022

Pemko Batam akan Survei Kekebalan Sistem Imun

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam akan melakukan survei terhadap kekebalan sistem imun rata-rata masyarakat Batam, usai pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam.

Pelaksanaan survei ini merupakan salah satu persiapan dalam menyambut travel bubble dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pengambilan sampel ini menggunakan darah warga yang akan dijadikan sampel.

Pemko Batam ingin menghitung rata-rata kekebalan imun pasca dilakukan vaksinasi.

”Sekarang vaksinasi sudah mencapai 84 persen. Jadi, kami ingin tahu berapa kekuatan imun masyarakat karena dampak penyuntikan vaksinasi ini,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Untuk pelaksanaan survei ini nanti akan dilaksanakan pakar epidemiologi dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

Tenaga medis RSBP Batam melakukan vaksinasi kepada salah seorang warga pada kegiatan vaksinasi massal yang digelar Pikori BP Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Nanti tim akan memetakan berapa banyak sampling yang akan diambil dalam pengambilan survei ini.

Untuk teknis pengambilan sampel ini bisa saja dilakukan dengan mengambil contoh darah dari mereka yang berusia 12-17 tahun, 18-50 tahun, dan 50 tahun ke atas.

Tim akan bergerak ke 12 kecamatan yang ada. Nanti akan diketahui kekuatan imun masyarakat Batam rata-rata berdasarkan data dari masing-masing kecamatan.

”Tujuan dari survei ini untuk mengukur tingkat kekebalan imun tubuh rata-rata masyarakat Batam setelah vaksinasi dilaksanakan,” ujarnya.

Amsakar mengatakan, pengambilan sampel akan menjadi pegangan pemerintah ketika travel buble berlaku nanti.

Setidaknya Batam memiliki data mengenai herd immunity masyarakatnya, hal ini bisa menjadi pegangan ketika terjadi kasus nantinya.

”Karena Nongsa menjadi kawasan yang akan dijadikan pilot project, mungkin sampel paling banyak dari sana,” bebernya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pembukaan pintu masuk untuk wisman harus dipersiapkan dengan baik dan matang.

Perintah untuk pembukaan pintu masuk ini harus dijalankan, kendati demikian ada hal yang harus disiapkan dengan sempurna.

”Jangan sampai mereka datang aman, tapi ketika balik malah kena Covid-19. Ini akan menjadi masalah, nanti bisa tutup semua. Saya tidak pernah menolak soal masuknya wisman ini, namun saya hanya tidak ingin ujuk-ujuk soal ini, tanpa ada persiapan yang matang,” bebernya.(jpg)

Update