Jumat, 19 Juli 2024

Mengenal Blue Moon, Fenomena Supermoon yang Muncul 30-31 Agustus

Berita Terkait

Ilustrasi Blue Moon yang terjadi pada 30-31 Agustus 2023. (rmg.co.uk)

batampos – Blue Moon merupakan salah satu peristiwa dari fase bulan purnama, yang biasa disebut dengan Supermoon. Super Blue Moon merupakan fenomena ketiga dari empat Supermoon yang terjadi pada tahun ini.

Supermoon pertama terjadi pada 3 Juli yang disebut dengan Buck Moon. Setelah itu, terdapat Sturgeon Moon yang muncul pada 1 Agustus.

Kemudian, Blue Moon akan muncul kembali pada 30-31 Agustus, setelah terjadi pada 2021,. Lalu, rangkaian fenomena Supermoon tahun ini ditutup dengan Harvest Moon yang akan terjadi pada 29 September.

Super Blue Moon dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang tanpa menggunakan alat bantuan apapun. Uniknya, fenomena ini akan ditemani oleh planet gas bercincin, yaitu Saturnus.

Baca Juga: Suzuki Grand Vitara dan New XL 7 Hybrid Paling Diminati

Apa itu Blue Moon?

Dilansir dari NASA, Blue Moon merupakan nama yang diberikan kepada Supermoon kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Oleh karena itu, terdapat sebuah periode antara satu Supermoon ke Supermoon berikutnya, yakni sekitar 29 1/2 hari.

Jadi, ketika dua Supermoon terjadi dalam bulan yang sama, fenomena pertama selalu jatuh pada tanggal satu atau dua dalam bulan tersebut. Sementara fenomena kedua terjadi pada akhir bulan.

Dalam kasus ini, terdapat dua Supermoon yang muncul di langit Agustus 2023. Supermoon pertama terjadi pada 1 Agustus. Sementara Supermoon kedua, akan muncul pada 30-31 Agustus.

Maka, bulan dengan 31 hari mempunyai peluang lebih tinggi untuk menjadi tuan rumah Blue Moon. Menurut NASA, fenomena ini terjadi sekali setiap dua hingga tiga tahun.

Mengapa disebut Blue Moon?

Asal-usul istilah ini sebenarnya masih simpang siur dan banyak yang memandangnya sebagai kesalahan interpretasi. Karena terdapat dua definisi dan sebenarnya Bulan tidak bewarna biru.

Akan tetapi, ada saat di mana Bulan tampak memiliki warna hijau atau biru. Hal tersebut terjadi ketika jumlah besar partikel debu atau asap berkumpul di atmosfer, yang menyaring panjang gelombang warna seperti merah dan kuning.

Setelah letusan gunung berapi Krakatau di Indonesia pada 1883, orang di seluruh dunia melaporkan melihat matahari terbenam dengan warna

Menurut NASA, kejadian ini sangat tidak umum sehingga ungkapan “once in a Blue Moon” diciptakan. Ungkapan tersebut memiliki arti yang merujuk kepada kejadian yang langka daripada mustahil.

Dikutip dari Space, menurut NASA Science, letusan gunung berapi lain yang juga telah tercatat menyebabkan terjadinya bulan tampak berwarna biru, yakni letusan Gunung El Chichon di Meksiko pada 1983. Letusan Gunung St. Helens pada 1980 dan Gunung Pinatubo pada 1991. (*)

Reporter: jpgroup

Update