Selasa, 5 Maret 2024

Masakan Orang Lain Lebih Enak Daripada Buatan Sendiri? Ternyata Dipengaruhi Faktor Psikologi

Berita Terkait

Nikita Willy salah satu artis penyuka masakan Padang.

batampos – Pernah merasakan masakan orang lain lebih enak daripada buatan sendiri? Misalnya ketika pergi ke Warkop lalu memesan Mie Instan, padahal dengan resep yang sama mengapa rasanya lebih nikmat. Sedangkan ketika memasak sendiri di rumah maka akan terasa biasa saja.

Ternyata hal ini dipengaruhi oleh faktor psikologi yang mengungkap fakta, jika makanan yang disajikan orang lain memiliki rasa yang jauh lebih enak meskipun menggunakan resep yang sama.

Baca juga:Orang Tua Perlu Tanamkan Kesadaran Anak untuk Mengelola Keuangan

Diketahui jika psikologi merupakan ilmu di bidang pengetahuan dan terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi dan proses mental seseorang melalui prosedur ilmiah.

Ada beragam prosedur ilmiah yang digunakan dalam psikologi yaitu metodologi eksperimental, obervasi ilmiah, sejarah kehidupan, wawancara, angket, pemeriksaan psikologi, metode analisis karya, dan metode statistik.

Alasan mengapa ketika mengonsumsi masakan orang lain lebih nikmat ketimbang buatan sendiri juga tidak lepas dari berbagai macam penelitian yang dilakukan.

Melansir dari laman The Newyork Times seorang Psikolog asal Amerika Serikat Daniel Kahneman membantu memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan Sandwich sebagai contohnya.

“Selama membuat sandwich, pikiran anda telah mencoba merasakannya terlebih dulu. Sehingga dari makanan itu akan membuat rasa lapar anda berkurang,” tulis psikolog yang memenangkan hadiah nobel dalam bidang ekonomi tersebut.

Dalam tulisannya, Daniel Kahneman juga mengungkap para peneliti di Universitas Carnegie Mellon melakukan penelitian terkait alasan di balik masakan orang lain lebih enak dibanding buatan sendiri.

“para peneliti di Universitas Carnegie Mellon menemukan bahwa membayangkan makan M&M (sejenis snack) membuat makan lebih sedikit, karena sudah merasakan kenyang lebih dulu,” imbuhnya.

Pada dasarnya dengan kondisi pikiran yang terlalu lama membayangkan makanan atau melihat masakan sendiri, maka keinginan untuk memakan masakan tersebut akan semakin kecil dan berkurang. (*)

Reporter: jpgroup

Update