
batampos – Dunia musik reggae dan ska berduka. Penyanyi legendaris Jamaika, Stranger Cole, yang dikenal melalui lagu-lagu populer seperti Bangarang dan Just Like A River, meninggal dunia pada 11 Juni 2026 di University Hospital of the West Indies. Ia wafat dalam usia 83 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi putranya, Wilburn “Squiddly” Cole, yang juga berprofesi sebagai drummer. Dalam wawancara dengan media Jamaika, ia mengungkapkan sang ayah telah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan terakhir setelah lama mengalami masalah kesehatan. Namun, pihak keluarga tidak mengungkapkan penyebab kematiannya.
Stranger Cole lahir dan dibesarkan di kawasan Trench Town, Kingston, Jamaika, yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan musik pada awal 1960-an. Saat itu, genre ska tengah berkembang pesat dan menjadi warna baru di klub-klub serta panggung musik jalanan Jamaika.
Karier musiknya mulai melejit lewat lagu Rough And Tough serta When You Call My Name yang dibawakan bersama Patsy Todd. Kedua lagu tersebut diproduseri oleh Duke Reid, salah satu tokoh penting industri musik Jamaika saat itu.
Setelah itu, Stranger Cole kembali mencetak sukses melalui lagu Just Like A River bersama pemain kibor Gladstone Anderson serta Bangarang yang direkam bersama Lester Sterling, anggota grup legendaris The Skatalites.
Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, Stranger Cole juga memiliki peran besar dalam perjalanan karier sejumlah musisi reggae ternama.
Ia turut membantu perkembangan awal karier Ken Boothe dan grup The Mighty Diamonds. Bahkan, ia menulis sekaligus memproduksi lagu Oh My Baby, yang menjadi lagu perdana The Mighty Diamonds.
Pada awal 1970-an, Stranger Cole memutuskan pindah ke Toronto, Kanada. Di sana, ia menjadi bagian penting dari berkembangnya komunitas reggae yang saat itu mulai tumbuh di kota tersebut.
Perjalanan kariernya di Kanada kemudian diabadikan dalam film dokumenter Ruff and Tuff — Stranger Cole’s Toronto Roots yang dirilis pada 2018. Film tersebut digarap oleh sutradara Australia Chris Flanagan dan sineas Kanada Graeme Mathieson.
Chris Flanagan menilai Stranger Cole memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan musik reggae di Kanada pada era 1970-an hingga 1980-an.
“Stranger Cole memberikan kontribusi yang sangat penting bagi perkembangan reggae di Kanada. Ia merekam banyak karya melalui berbagai label musik, mendirikan label rekamannya sendiri untuk mendukung musisi lokal, serta tampil bersama grup Chalawa,” ujar Flanagan.
Menurutnya, Stranger Cole juga dikenal sebagai pelaku usaha komunitas Karibia pertama di kawasan Kensington Market, Toronto. Melalui toko piringan hitam miliknya, ia memperkenalkan musik reggae kepada generasi muda Kanada.
Stranger Cole, yang memiliki nama lengkap Wilburn Cole, meninggalkan tujuh orang anak, cucu, dan cicit. Kepergiannya menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam sejarah musik ska, rocksteady, dan reggae dunia. (*)
