Senin, 15 Juni 2026

Taboo: The Silent Day, Film Horor Korea yang Jadikan Nyepi di Bali sebagai Latar Cerita

Berita Terkait

Adegan promosi film Taboo: The Silent Day yang mengambil latar Bali saat perayaan Nyepi. Sumber gambar: x.com/kdrama_menfess.

batampos – Industri perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan tema yang tak biasa dalam film horor terbarunya. Berjudul Taboo: The Silent Day, film ini menjadikan Bali dan perayaan Hari Raya Nyepi sebagai latar utama cerita yang dibalut misteri serta teror supranatural.

Film garapan sutradara Park Kyung-kun tersebut mengisahkan sekelompok wisatawan asal Korea Selatan yang berlibur ke Bali saat pelaksanaan Nyepi, hari suci umat Hindu yang identik dengan keheningan dan refleksi diri.

Namun alih-alih menghormati aturan yang berlaku, para wisatawan dalam cerita justru melanggar sejumlah pantangan selama Nyepi. Pelanggaran itu kemudian menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius yang mengubah perjalanan mereka menjadi mimpi buruk.

Diproduksi oleh Showbox, Taboo: The Silent Day mengambil lokasi syuting di Bali dan menggunakan kombinasi bahasa Korea serta bahasa daerah untuk memperkuat nuansa cerita.

Dalam sinopsis yang beredar, konflik utama bermula ketika salah satu karakter secara tidak sengaja memecahkan sebuah guci misterius.

Insiden tersebut disebut membebaskan kekuatan jahat yang kemudian meneror seluruh anggota rombongan wisatawan. Berbagai kejadian aneh mulai bermunculan di tengah suasana Bali yang sunyi selama perayaan Nyepi.

Kondisi yang seharusnya menjadi momen ketenangan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati saat para tokoh berusaha bertahan dari ancaman supranatural yang terus menghantui mereka.

Film ini dibintangi sejumlah aktor Korea Selatan seperti Kwon Da-ham, Choi Tae-eun, dan Lee Jeong-hoon. Sementara dari Indonesia, nama Della Dartyan dan Sujiwo Tejo turut ambil bagian sehingga menjadikan proyek ini sebagai kolaborasi lintas negara.

Meski menarik perhatian pecinta film horor, Taboo: The Silent Day juga memunculkan perdebatan, khususnya di Indonesia.

Sebagian pihak menilai penggambaran Nyepi sebagai bagian dari cerita horor berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai makna sebenarnya dari hari suci tersebut.

Nyepi selama ini dikenal sebagai momentum introspeksi, penyucian diri, dan ketenangan spiritual bagi umat Hindu di Bali, bukan perayaan yang identik dengan unsur mistis atau teror supranatural.

Sejumlah penggemar film dan pengguna media sosial pun mempertanyakan penggunaan tema hari raya keagamaan sebagai latar utama film horor karena dikhawatirkan dapat mengaburkan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Meski demikian, film ini tetap menjadi salah satu judul yang menarik perhatian menjelang penayangannya.

Taboo: The Silent Day dijadwalkan menjalani pemutaran perdana dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) pada Juli 2026. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal tayang reguler di bioskop.(*)

Update