Selasa, 9 Agustus 2022

Keluar dari SM Entertainment di Perayaan 10 Tahun EXO, Lay Merintis Perusahaan Agensi

Berita Terkait

Meski tak lagi bergabung dengan SM Entertainment, Lay mengatakan bahwa dirinya siap bersama EXO kapan pun member boyband itu membutuhkannya. (Soompi)

batampos – Di tengah perayaan 10 tahun EXO, Jumat (8/4) Lay memutuskan keluar dari SM Entertainment. Dia merintis perusahaan agensi dan lebih banyak beraktivitas di Tiongkok.
Satu-satunya personel Tiongkok di grup itu mengumumkan pengunduran dirinya via surat tulisan tangan yang diunggahnya di Instagram. Dia berterima kasih kepada personel EXO, staf agensi, dan para EXO-L (sebutan fans Exo) yang mendampinginya tumbuh selama 10 tahun terakhir.

’’Saatnya mengucap perpisahan sebagai salah seorang pegawai SM. Ini juga menjadi awal baru sebagai seorang berusia 30 tahun. Namun, aku akan selalu menjadi Lay yang ada saat para member membutuhkanku… Saranghaja,” tulisnya.

Pemilik nama lengkap Lay Zhang itu menilai, sepuluh tahun terakhir seperti kado terbaik yang pernah diterimanya.

Keluarnya Lay dari SM Entertainment tidak terlalu mengejutkan buat para EXO-L. Sebab, dia absen cukup lama dari aktivitas grup tersebut. Lay sempat hiatus selama 3,5 tahun. Dia baru kembali di pertengahan tahun lalu saat Exo come back dengan Don’t Fight the Feeling.

Baca juga:Keluarga Irfan Hakim Rilis 2 Lagu Religi

Selama hiatus dari grup, Lay banyak beraktivitas di Tiongkok. Musisi asal Changsa, Hunan, itu aktif sebagai aktor, solois, mentor acara survival, dan bintang variety show. Dia memiliki agensi personal yang didirikan sendiri untuk menangani aktivitasnya di sana sejak 2015.

Pada 2020, Lay juga merintis agensi idola Chromosome Entertainment. Dalam wawancara dengan PopWrapped pada awal tahun ini, dia menyatakan ingin berbagi pengalaman lewat manajemen barunya itu.

”Aku ingin dunia tahu, banyak talenta baru di Tiongkok yang perlu didengar. Penting buatku untuk mencari cara baru dalam mengenalkan budaya Tiongkok. Merintis perusahaan ini salah satunya,” papar musisi yang masuk jajaran Forbes China Celebrity 100 pada tahun lalu.

Dia menilai, merintis agensi idola membuatnya harus belajar ekstrakeras untuk mendalami kultur industri hiburan. Lay beranggapan, pengalamannya berkarier sebagai personel Exo maupun secara individu belum ada apa-apanya.

”Sekarang aku harus tahu manajemen, investasi, finansial, model bisnis, dan prinsip utama,” paparnya.

Musisi kelahiran 7 Oktober 1991 itu berambisi menciptakan agensi yang bersahabat buat talenta muda. ”Banyak anak muda saat ini yang bermimpi menjadi artis. Mimpi itu berharga… Dan belakangan ini aku bertanya-tanya, apa yang bisa kulakukan untuk mereka yang sungguh-sungguh menginginkannya? Jadi, aku memutuskan untuk melatih mereka,” kata Lay dalam wawancara dengan majalah gaya hidup Tiongkok Metal.

Pria yang meraih total delapan penghargaan individu di Tiongkok pada 2019 itu menambahkan, Chromosome Entertainment kini tengah bersiap melakukan audisi global. Walau memutuskan keluar dari SM Entertainment, Lay tidak meninggalkan EXO. Dia ikut dalam perayaan 10 tahun EXO.

Di laman resmi agensi tersebut, ada merchandise dengan foto dan karya Lay. Meski demikian, dia tidak ikut variety show yang dibuat khusus untuk selebrasi itu. Media sosial EXO pun masih mempromosikan single Lay, JIU. Di lagu yang dirilis kemarin itu, dia menyertakan percakapannya dengan personel EXO pada bagian intro.

10 Tahun EXO

2012

Memulai debut sebagai dua unit, EXO-K (berpromosi dengan bahasa Korea) dan EXO-M (berpromosi dengan bahasa Mandarin). Masing-masing unit terdiri atas enam personel.

2013

Tercatat sebagai musisi Korea pertama dengan penjualan album di atas 1 juta kopi dalam 12 tahun terakhir lewat album XOXO.

2014

– Prapesan minialbum Overdose secara global mencapai lebih dari 660 ribu kopi, yang tercatat sebagai rekor prapesan tertinggi Korea sepanjang sejarah.

– Menjadi musisi Korea berpenjualan terbaik di Jepang pada 2014.

– Memulai tur dunia pertama EXO from Exoplanet 1–The Lost Planet. Tiket konser terjual dalam 1,47 detik, memecahkan rekor penjualan tercepat yang dicatatkan idola K-pop.

– Pada Mei 2014, Kris menuntut SM Entertainment atas pembagian profit yang tak adil dan perlakuan tak manusiawi.

– Pada Oktober 2014, Luhan mengajukan tuntutan serupa.

2015

– Pada Agustus 2015, Tao menuntut SM Entertainment untuk pembatalan kontrak.

– Menjadi musisi pertama yang melakukan dome concert di Korea, di Gocheok Sky Dome, Seoul, pada Oktober 2015.

2016

– SM Entertainment kalah dalam gugatan Kris dan Luhan, tetapi menang dalam perkara Tao.

– Angka prapesan domestik album studio ketiga Ex’Act melebihi 660 ribu kopi, memecahkan prapesan album K-pop tertinggi.

2017

– Ko Ko Bop, single dari album The War, masuk chart World Album Billboard dan tangga lagu di mancanegara. Catatan itu adalah yang pertama bagi EXO.

– Menerima Prime Minister Commendation, gelar kehormatan yang merupakan apresiasi dalam hal pelayanan publik atau prestasi di bidang keahlian.

2018

– Tercatat di Guinness World Records sebagai musisi dengan kemenangan Daesang terbanyak di pergelaran Mnet Asian Music Awards (MAMA), yakni 23 piala.

– Lagu Power menjadi lagu K-pop pertama yang dimainkan di The Dubai Fountain, Burj Khalifa.

2019

– Xiumin mengumumkan wajib militer pada 7 Mei, disusul D.O pada 1 Juli.

2020

– SM Entertainment mengumumkan, EXO akan memprioritaskan aktivitas solo dan subunit karena beberapa member mulai melaksanakan wamil.

– Suho memulai wajib militer pada 14 Mei, sedangkan Chen memulai wamil pada 26 Oktober.

– Xiumin mengakhiri masa wamil pada 6 Desember.

2021

– D.O mengakhiri wamil pada 25 Januari.

– Chanyeol memulai masa wajib militer pada 29 Maret, disusul Baekhyun pada 6 Mei.

2022

– Suho mengakhiri wamil pada 13 Februari.

– Lay mengumumkan keluar dari SM Entertainment pada 8 April.

(*)

Reporter: JP Group

Update