Minggu, 26 Mei 2024

Film Pinocchio Berjaya di Annie Awards 2023, Kemenangan Dongeng Berlatar Gelap dan Seram

Berita Terkait

Pinocchio dan Carlo (Gregory Mann). (Netflix)

batampos – Film Pinocchio berjaya di Annie Awards 2023. Sebuah kemenangan dongeng yang berlatar gelap dan seram tentang seorang pemahat kayu bernama Geppetto (David Bradley) kehilangan putranya, Carlo, akibat pengeboman udara.

Perhelatan Oscars dua pekan lagi, sineas Guillermo del Toro berhasil menambah satu lagi prestasi untuk filmnya, Guillermo del Toro’s Pinocchio. Film yang disutradarainya bersama Mark Gustafson itu meraih kemenangan besar di Annie Awards (Annies) 2023, ajang penghargaan untuk animasi di film dan TV.

Pinocchio memenangkan total lima penghargaan dalam acara yang digelar di Royce Hall, University of California, Los Angeles, itu Minggu (26/2). Salah satunya adalah Best Animated Feature yang merupakan penghargaan tertinggi malam itu. ’’Aku sangat menginginkan Annie. Ini adalah hal paling mengagumkan di dunia!’’ kata del Toro yang berdiri di atas panggung setelah menerima trofi.

Baca Juga:Film Thriller ‘Teman Tidur’, Adopsi Kisah Nyata Bullying, Korbannya Meninggal

Del Toro menambahkan, Annies adalah satu-satunya tempat di mana dia tidak perlu menunjukkan bahwa animasi adalah media dan bukan genre. ’’Apa yang bisa aku katakan tentang Pinocchio adalah bahwa itu dilakukan seniman dan animator diperlakukan seperti pemeran dan bukan teknisi,’’ tandasnya. Malam itu del Toro dan Gustafson juga menerima penghargaan Outstanding Achievement for Directing in an Animated Feature Production.

Sebelum berjaya di Annies, Pinocchio panen penghargaan. Misalnya di PGA Awards, di mana Pinocchio memenangkan Outstanding Producer of Animated Theatrical Motion Pictures. Pada Januari lalu, Pinocchio juga memenangkan Best Animated Feature Film di Golden Globes 2023. Kemenangan-kemenangan besar itu seolah-olah membuat Pinocchio kian unggul untuk meraih kemenangan di Oscars 2023.

Persaingan Oscars 2023 untuk kategori animasi cukup ketat. Pinocchio bersaing dengan Marcel the Shell with Shoes On yang memenangkan Best Indie Feature di Annies 2023, Puss in Boots: The Last Wish yang memenangkan Best Storyboarding-Feature di Annies 2023, The Sea Beasts, dan Turning Red.

Guillermo del Toro’s Pinocchio diadaptasi dari cerita dongeng karya Carlo Collodi yang berlatar Italia era pemerintahan Fasis Benito Mussolini pada 1930-an. Seorang pemahat kayu bernama Geppetto (David Bradley) kehilangan putranya, Carlo, akibat pengeboman udara. Geppetto berusaha mengobati luka di hatinya dengan membuat sebuah boneka kayu dari pohon pinus yang ditanamnya di atas kuburan Carlo. Berkat bantuan peri, boneka kayu itu kemudian hidup dan diberi nama Pinocchio.

Tak seperti kisah Pinocchio adaptasi Disney yang telah ada, del Toro membuat kisah Pinocchio kali ini menjadi lebih dark dan cenderung menyeramkan. Latar peperangan dan sosok serta latar yang digambarkan pun terasa lebih emosional dan mencekam. Film yang bisa disaksikan di Netflix itu menggunakan teknik stop-motion yang dilakukan selama 940 hari, sepuluh kali lipat lebih lama daripada syuting film panjang biasa.

Del Toro dan Gustafson menegaskan, film itu hanya bisa dibuat dengan stop-motion. ’’Stop-motion menonjolkan karya buatan tangan, pahatan tangan, dan lukisan. Ada keindahan artisanal untuk itu dan ada keajaiban untuk melihat boneka-boneka ini,’’ kata del Toro sebagaimana dilansir Deadline. (*)

Reporter: jpgroup

 

 

Update