Senin, 22 April 2024

Film Ketika Berhenti di Sini, Beri Pesan Tersirat untuk Para Pemain

Berita Terkait

Bryan Domani, Prilly Latuconsina dan Refal Hady saat jumpa pers film Ketika

batampos – Mengangkat cerita tentang kehilangan, film Ketika Berhenti di Sini mampu memberikan pandangan baru bagi para pemainnya. Prilly Latuconsina, Refal Hadi, hingga Bryan Domani mengakui bahwa film yang disutradarai Umay Shahab itu memberikan banyak pelajaran yang bisa diambil ke dalam kehidupan mereka.

Dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia Senin (24/7), mereka menyampaikan perspektif masing-masing. Prilly mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya merupakan pribadi yang pintar menyembunyikan kesedihan. Sekalipun di depan orang tua. Sebab, dia selalu ingin dikenal sebagai orang yang ceria.

Baca juga:30 Fakta Psikologi yang Jarang Diketahui

”Pokoknya, Prilly tuh ramah banget, di depan teman dan orang tua selalu haha huhi. Nggak boleh ada yang tahu kalau aku sedih atau stres,” beber Prilly. Namun, keterlibatannya sebagai produser sekaligus pemain mengubah kondisi itu.

Prilly jadi paham bahwa sikapnya tersebut membuat orang-orang di sekitarnya tidak bisa menjalankan peran masing-masing dengan baik. ”Karena aku nggak pernah nunjukin kesedihan itu. Makanya, orang-orang terdekatku nggak bisa jadi support system yang baik,” jelas mantan kekasih Maxime Bouttier tersebut.

Kini Prilly menyatakan bahwa dirinya menjadi lebih terbuka dengan perasaannya. Dan selalu berusaha untuk mengutarakan segala emosi, terutama kesedihan, ke kerabat terdekat. Sebab, segala emosi yang dirasakannya itu merupakan hal yang wajar dialami manusia.

”Jadi, sekarang aku suka ngirim foto nangis pas lagi kerja ke orang tua atau asisten aku kalau lagi kenapa-kenapa. Aku bilang jangan tanya-tanya dulu kalau aku lagi sedih,” paparnya.

Kondisi serupa dialami lawan mainnya, Refal. Awalnya Refal memandang bahwa manusia tidak selayaknya hidup dengan menampilkan kelemahan. Hal itu juga disebabkan kebiasaannya dari kecil yang kerap menimbun kesedihan. Sekarang dia menyadari, perasaan apa pun pantas untuk divalidasi sekaligus dirasakan.

”Ternyata nggak baik pura-pura senang, menghindari atau menyembunyikan itu (kesedihan, Red). Jadi, film ini bikin gue belajar banyak untuk nggak apa-apa kelihatan lemah. Kita juga manusia biasa,” terang Refal.

Berbeda dari keduanya, Bryan mendapat sudut pandang baru berkat proyek terbarunya ini. Dia mengaku jadi lebih bisa memahami perasaan orang lain sekaligus cara menyikapinya. Sebab, Bryan sejak kecil telah dibiasakan untuk selalu mengungkapkan apa pun emosi yang dirasakan. Dia dibebaskan untuk berekspresi oleh kedua orang tuanya.

Namun, sebelum main di film ini, Bryan kerap bersikap egois terhadap rekan yang merasakan kesedihan. Bryan selalu memaksa siapa pun yang curhat kepadanya untuk meluapkan emosi tersebut. ”Tapi, aku jadi belajar kalau di beberapa situasi nggak semua orang bisa kayak aku. Lagi sedih dinangisin, kesal ya marah aja,” ucapnya.

Bryan tersadarkan bahwa tidak semua orang beruntung seperti dirinya. Dia sudah paham beberapa manusia memiliki tembok atau batasan terhadap diri masing-masing. Serta memiliki waktu dan cara berbeda untuk meluapkan emosinya itu. ”Aku salah dan aku sadar soalnya sedihnya orang itu berbeda-beda. Jadi, (kalau ada yang curhat, Red), aku bilang ya udah, take your time dan aku di sini buat kamu,” papar dia.

Film Ketika Berhenti di Sini menceritakan jalinan cinta Dita (Prilly Latuconsina) dan Ed (Bryan Domani). Setelah bertahun-tahun hidup bahagia, hubungan keduanya dihantam badai. Ed mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Pertengkaran yang terjadi sesaat sebelum peristiwa tersebut membuat Dita terperangkap ke dalam penyesalan. Film itu rencananya mulai tayang di bioskop besok (27/7). (*)

Reporter: jp group

Update