Kamis, 8 Desember 2022

Film Inang Garapan Fajar Nugros Berkompetisi di Ajang BIFAN

Berita Terkait

Tangkapan layar Naysila Mirdad dalam teaser film “Inang” (ANTARA/HO)

batampos – Film Inang yang merupakan garapan sutradara Fajar Nugros akan berkompetisi di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-26.

Sementara film lainnya karya sutradara yang sama berjudul Horor Keliling akan berpartisipasi di ajang It Project atau kompetisi utama di bidang pendanaan film.

BIFAN merupakan festival film terbesar dan paling bergengsi di Asia yang berfokus untuk memberikan penghargaan pada film-film bergenre horor, thriller, laga, fiksi ilmiah, dan komedi.

Ajang festival film bergengsi ini akan berlangsung pada 7 hingga 17 Juli 2022 di Bucheon, Korea Selatan.

Kabar keduanya karyanya diapresiasi oleh BIFAN diakui Fajar Nugros menjadi kejutan yang luar biasa bagi dirinya bersama tim produksi IDN Pictures. ”Apresiasi ini menambah semangat bagi kami untuk terus melahirkan karya yang berkualitas,” kata Fajar yang juga selaku Head of IDN Pictures itu melalui siaran pers yang diterima ANTARA pada Rabu.

Baca juga : Anggota BTS Akan Fokus Pada Proyek Solo

Head of IDN Pictures sekaligus produser film Inang dan Horor Keliling, Susanti Dewi, mengatakan apresiasi terhadap kedua film oleh BIFAN membuat pihaknya semakin bersemangat untuk membuat karya yang baik, menghibur, serta memiliki gagasan dan visi yang jelas.

”Sebagai Produser, memiliki visi dan gagasan yang jelas untuk setiap karya adalah keharusan, dan saya bersyukur karya-karya yang kami buat di IDN Pictures memiliki itu,” katanya.

Inang berkisah tentang karyawati supermarket bernama Wulan (diperankan oleh Naysila Mirdad) yang ditinggalkan oleh pacarnya dalam keadaan hamil.

Wulan yang putus asa dipertemukan dengan keluarga Santoso yang ingin mengadopsi anak yang dikandungnya dan bersedia merawat Wulan di rumah mereka selama masa kehamilan.

Selama tinggal di rumah itu, Wulan perlahan mulai menyaksikan perilaku aneh keluarga Santoso yang menganut okultisme tradisional Jawa.

Sementara itu dengan mengambil latar di daerah pedesaan tahun 1970-an, Horor Keliling berfokus pada tokoh Jarno. Ia merupakan seorang kru panggung yang bekerja untuk kelompok kesenian tradisional ternama dan bercita-cita menjadi bintang terkenal.

Jarno kemudian bertemu dengan Supri yang menawarkan kerja sama mencari uang dengan menjadi pendongeng horor keliling.

Jarno perlahan belajar tentang kekuatannya yang dapat mewujudkan dongeng menjadi kenyataan, juga masa lalu kelam tentang pabrik gula yang menghancurkan keluarganya. (*)

Reporter : Antara

Update