Rabu, 22 Mei 2024

Dukung Palestina, Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman Debat Sengit dengan Miss Universe Israel 2013

Berita Terkait

Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman. (Instagram whulandary)

batampos – Dukung Palestina, Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman debat sengit dengan Miss Universe Israel 2013. Whulandary Herman menegaskan dukungannya terhadap Palestina dalam konflik antara Palestina dan Israel yang selalu menjadikan nyawa manusia tidak berdosa sebagai ‘kayu bakar.’

Mengunggah foto poster untuk menegaskan dukungannya pada Palestina, Whulandary Herman memberikan keterangan yang cukup tajam dalam bahasa Inggris. Dia menyinggung penyerangan Israel terhadap Palestina merupakan tindakan yang bertentangan dengan hati nurani.

“Bukan mata yang buta, tapi hati. Kebebasan kalian adalah impian kami,” tulis Whulandary Herman memberi keterangan pada unggahannya di Instagram.

Baca Juga:Gus Miftah: Yang Terjadi di Palestina Itu Bukan Perang Agama

Unggahan dan dukungan yang diberikan Whulandary Herman terhadap Palestina lantas didebat oleh Yityish Titi Aynaw yang merupakan Miss Universe Israel 2013. Baik Whulandary Herman ataupun Yityish sama-sama mewakili negaranya masing-masing berlaga di kontes kecantikan Miss Universe 2013 di Rusia.

Miss Israel 2013 Yityish Aynaw (IG/titiayenew)

Yityish tidak setuju jika Palestina diposisikan sebagai korban keberingasan Israel. Karena pada kenyataanya, kata Yityish, ada ribuan warga Israel tak berdosa juga dibunuh bahkan puluhan bayi diculik.

“Bagaimana dengan 1.400 warga Israel tak berdosa yang dibunuh? Bagaimana dengan 30 bayi yang diculik ke Gaza? Apakah Alquran menyetujui pemerkosaan terhadap perempuan? Itulah yang mereka lakukan,” tulis Yityish pada kolom komentar.

“Mereka memperkosa lalu menembak kepala mereka. Mereka membakar bayi hidup-hidup. Apa sebenarnya kebebasan yang Anda bicarakan? Impianmu adalah melihat Noam-ku dibakar dan dibunuh? Tahukah Anda siapa yang memulai semua ini? Hamas!,” imbuhnya.

Yityish meminta para influencer untuk cerdas dalam menyikapi konflik antara Israel dan Palestina supaya apa yang diunggah di media sosial bukan omong kosong.

“Tahukah Anda bahwa ada 2 juta orang Arab yang tinggal di Israel yang tidak mendukung Hamas? Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan ungkapan ‘dari sungai ke laut?’ Itu berarti membunuh semua orang Yahudi dan itu adalah kalimat paling anti-Semit yang bisa diucapkan,” lanjut Yityish.

Whulandary Herman menanggapi komentar Yityish tidak kalah tajam bahkan mampu membungkam Yityish. Dia menyatakan konflik dan peperangan hanya akan menambah lebih banyak lagi korban jiwa dari orang-orang tak berdosa.

“Eskalasi konflik hanya akan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa yang tidak bersalah. Seperti yang kita semua lihat, banyak dari mereka adalah anak-anak yang menderita,” ujarnya.

“Cara sebagian besar dunia melihat konflik ini sekarang adalah bahwa Israel penindas dan Palestina merespons kekejaman yang telah mereka alami selama beberapa dekade. Netanyahu kalah dalam pertarungan narasi karena seluruh dunia dapat melihat gambar-gambar yang menggetarkan hati mengenai kekejaman IDF di Gaza, sementara 40 mil jauhnya di Tel Aviv, orang masih memiliki hak istimewa untuk keluar berolahraga, lanjutnya.

Whulandary Herman pun menyarankan orang-orang yang punya pengaruh seharusnya menyerukan gencatan senjata supaya konflik antara Israel dan Palestina tidak menjadi konflik atau peperangan abadi.

“Bukan membujuk orang lain untuk terlibat dalam pertarungan yang sia-sia di media sosial. Kita mungkin tidak selalu setuju dalam konflik ini, tetapi kita bisa sepakat bahwa memperpanjang konflik tidak akan memberikan kebaikan bagi kedua belah pihak,” tegas Whulandary Herman.(*)

Reporter: jpgroup

Update