Senin, 15 April 2024

Cegah Kanker Serviks dan Payudara, Komunitas CISC Batam Gelar Pemeriksaan IVA dan SADANIS Gratis untuk Perempuan Batam

Berita Terkait

batampos– Gerakan 1000 Wanita Hebat, Bebas dari Kanker yang digagas oleh Komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) kota Batam melaksanakan Tes IVA (Inspeksi Visual Asetat) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) secara gratis untuk seluruh perempuan yang ada di kota Batam. Komunitas CISC kota Batam turut serta menggandeng Dinas Kesehatan Batam, Love & Kindness, HAKKA Kota Batam, Perkumpulan Teo Chew Kota Batam serta PINTI Batam Kepulauan Riau, mendapat sambutan hangat dan respon positif dari para perempuan di kota Batam.

Ketua Komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) kota Batam, Dewi Koriati bersama Ketua Love & Kindness, Mariana.

Terbukti, sejak pagi hari warga kota Batam yang didominasi oleh ibu-ibu sangat antusias dan berbondong-bondong silih berganti mendatangi Rumah Sakit Mutiara Aini di Batuaji, yang menjadi tempat pelaksanaan Pemeriksaaan IVA dan SADANIS secara gratis. Ketua Komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) Kota Batam, Dewi Koriati mengatakan, penyakit Kanker merupakan salah satu penyumbang besar penyebab kematian pada penyakit tidak menular bagi kaum perempuan di Indonesia.

Menurutnya, di Indonesia Kanker Serviks adalah satu dari sekian banyak jenis kanker yang kerap menyerang wanita. Dengan melakukan deteksi sejak dini, peluang kesembuhan kanker serviks dapat meningkat. “Ada beberapa cara untuk mendeteksi kanker serviks dan kanker payudara, salah satunya adalah dengan melakukan IVA test alias pemeriksaan IVA dan SADANIS,” ujar Dewi saat ditemui disela-sela kegiatan pada, Sabtu (12/8/2023) siang.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemeriksaan IVA dan SADANIS merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim dan kanker payudara sedini mungkin. Kanker Serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Kanker ini berawal dari tumor ganas yang mengenai leher rahim dan disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).

BACA JUGA: Usai Operasi Kanker Payudara, Sarah Ferguson Jalani Pemulihan Bersama Keluarga

Leher rahim yang terpapar virus HPV berpotensi menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Sedangkan Kanker payudara termasuk juga dalam daftar 10 penyebab kematian terbanyak perempuan di Indonesia. “Tes IVA merupakan salah satu pilihan untuk deteksi dini kanker serviks. Tujuan dari tes IVA adalah sebagai skrining awal untuk mendeteksi gejala-gejala kanker serviks serta mencegah terjadinya komplikasi,” jelasnya.

Masih menurut Dewi, pencegahan penyakit kanker dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat dan imunisasi. Deteksi dini dapat dilakukan pada orang yang berisiko. Tes IVA atau Inspeksi Visual Asetat merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Sedangkan Sadanis atau pemeriksaan payudara klinis adalah pemeriksaan pada payudara oleh tenaga kesehatan terlatih.

Sebagai survivor kanker, Dewi menyadari pentingnya tindakan pencegahan kanker. Ada berbagai jenis kanker yaitu kanker serviks, kanker payudara, paru dan lainnya. Karena itu perempuan juga bisa secara rutin melakukan pemeriksaan dini sebagai langkah antisipasi. “Tentu kita berharap melalui kegiatan ini ada dampak positif, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang diwakili oleh Sub Koordinator PTM, Dinkes Kota Batam, dr Muhammad Solihin menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Komunitas CISC Batam yang telah menginisiasi kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Kota Batam. “Mewakili Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Dinas Kesehatan, kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya pemeriksaan IVA dan SADANIS ini,” ucap dr. Solihin usai kegiatan.

Dikatakannya, perlunya kontribusi dari seluruh elemen masyarakat terhadap penyakit tidak menular terutama yang berhubungan dengan kanker serviks dan kanker payudara. Menurutnya, jika tidak didukung oleh seluruh lapisan elemen masyarakat baik swasta maupun instansi-instansi lainnya yang ada di kota Batam, maka untuk mencapai deteksi dini penyakit kanker akan sangat sulit.

“Masih minimnya pemahaman di masyarakat mengenai deteksi dini penyakit kanker. Dan masyarakat harus bisa menghilangkan rasa takut dan malu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara,” sebutnya.

Masih menurut dr Solihin, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Batam dalam tiga tahun belakangan sampai bulan Juli 2023 ini sebanyak 24.000 lebih warga Batam yang telah melakukan deteksi dini IVA dan SADANIS. Sementara, Kementerian Kesehatan RI memprediksi jumlah masyarakat kota Batam yang kemungkinan terkena penyakit kanker diprediksi mencapai angka 188.754 dimasa yang akan datang.

“Semakin cepat dilakukan deteksi dini penyakit kanker untuk perempuan di Kota Batam ini, maka akan semakin besar peluang kesembuhannya,” ucap dr. Solihin dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan itu juga, dia menghimbau kepada seluruh kaum perempuan yang ada di Kota Batam terutama bagi perempuan yang sudah menikah, untuk rutin melakukan deteksi dini minimal setahun sekali di puskesmas-puskesmas di seluruh kota Batam. “Semakin sering melakukan deteksi dini, maka semakin besar potensi terhindar dari penyakit kanker serviks dan kanker payudara,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, Direktur RS Mutiara Aini Batam, dr Hj. Elvi Sukma mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak penyelenggara, yang telah memilih RS Mutiara Aini sebagai tempat pelaksanaan Gerakan 1000 Wanita Hebat, Bebas dari Kanker. “Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai tempat pelaksanaan deteksi dini IVA dan SADANIS bagi 1000 perempuan hebat di Batam,” ucap dr Elvi sambil tersenyum.

Dikatakannya, dengan dijadikan RS Mutiara Aini sebagai tempat pelaksanaan tes IVA dan SADANIS ini, merupakan suatu langkah yang baik bagi rumah sakit yang akan melakukan grand opening bulan depan, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat Batu Aji dan kota Batam. Dilokasi yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara, Mariana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan support dan dukungan, sehingga kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS ini dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, terlebih kepada seluruh relawan yang sangat luar biasa,” ucap Mariana yang juga merupakan Ketua Love & Kindness sebuah organisasi sosial yang telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti membantu anak-anak di rumah liar untuk mendapat pendidikan yang layak, melakukan bedah rumah, dan tanggal 23 Agustus nanti akan membuat rumah makan bayar seikhlasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang diwakili oleh Sub Koordinator PTM, dr Muhammad Solihin, Owner RS Mutiara Aini, dr Konsan dan Attak, Camat Batuaji, Faisal, Direktur RS Mutiara Aini Batam, dr Hj. Elvi Sukma. Hadir juga, Ketua CISC Batam, Dewi Koriati, Ketua Panitia Penyelenggara, Mariana, 11 Kepala Puskesmas se Kota Batam, Ketua PINTI Kepri, Siat Kim dan Dwi Ajeng Sekar Respati sebagai Tokoh Perempuan Batam. (*)

reporter: iman

Update