Jumat, 12 Agustus 2022

Cedera Saat Berolahraga, Jangan Dipijat

Berita Terkait

Kunci Tampil Cantik Ada di 3 Jenis Makeup ini

Glossy dan Tahan Lama

ILUSTRASI. Saat kaki terkilir atau otot keseleo ketika berolahraga, area yang sakit jangan dipijat ya. (Jawapos.com)

batampos – Mengalami cedera seperti terkilir atau otot keseleo ketika berolahraga, jangan langsung dipijat. Area yang cedera harus dikelola dengan baik.

Karena pada 72 jam pasca cedera olahraga dengan manifes pembengkakan dan radang seringkali terjadi, terapi dingin-lah yang harus dilakukan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pembengkakan dan peradangan pada area tersebut.

Dalam rilisnya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia (Taisho) Counterpain, menangani cedera saat berolahraga harus dilakukan secepat mungkin dengan pengelolaan cedera yang baik.

Kebanyakan cedera terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh saat berolahraga. Cedera tersebut dapat diakibatkan secara tidak sengaja, seperti kurang pemanasan dan latihan yang melebihi kapasitas.

Baca juga : Ini Ciri Ciri Kekurangan Vitamin D

Cedera juga dapat terjadi karena suhu panas. Contoh cedera olahraga adalah keseleo, terkilir, cedera lutut, cedera tendon, dislokasi, patah tulang, hingga dehidrasi dan stroke karena suhu udara yang panas.

Ada beberapa hal yang jangan dilakukan saat cedera. Apa saja?

NO HARM yakni NO Heat atau jangan dikompres panas

NO Alcohol yakni jangan mengkonsumsi Alkohol

NO Run yakni jangan melakukan latihan olahraga pada bagian tubuh yang cedera, dan

NO Massage yakni jangan melakukan pemijatan pada area yang cedera.

”Jika tidak terjadi pembengkakan atau radang akut, maka terapi panas bisa menjadi pilihan masyarakat. Sehingga kita berharap masyarakat menjadi jauh lebih cerdas dan paham pentingnya penanganan cedera olahraga dengan terapi panas dan dingin,” ungkap Sonny Adi Nugroho dari Taisho.

Berikut beberapa tips mencegah terjadinya cedera olahraga :

1. Menetapkan target yang realistis sesuai kondisi masing-masing, dan peningkatan target dilakukan secara berkala.

2. Merencanakan dan mempersiapkan saat memulai program atau jenis olahraga baru, dan memastikan telah mempelajari teknik tepat yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan jenis olahraga tersebut.

3. Melakukan pemanasan dan pendinginan, agar otot tidak mudah tegang dan guna meningkatkan fleksibilitas.

4. Menggunakan waktu secara bertahap dalam meningkatkan tingkat pelatihan untuk mencegah stres pada tulang, persendian dan otot.

5. Mendengarkan sinyal tubuh jika dirasakan stres yang berlebih, khususnya jika persendian terasa tidak normal.

6. Bila olahraga di suhu udara tropis maka perhatikan metode pendinginan suhu tubuh saat olahraga agar terhindar dari dehidrasi hingga stroke karena suhu udara panas. (*)

Reporter : JPGroup

Update