Jumat, 2 Desember 2022

Berkreasi dengan Papan Palet

Berita Terkait

Contoh papan ucapan dari palet. Bisa dikreasikan warna dan bentuknya sesuai pesanan. (f. dokumen pribadi)

batampos.co.id – Jiwa seni dan kegigihan membuat Esse Chandra terus berkreasi dalam berusaha. Ibu dari tiga anak ini mencoba melawan pandemi yang saat ini belum berakhir dengan ikhtiarnya berusaha.

”Kalau dipikir-pikir buat apa juga karena anak-anak sudah besar-besar semua. Tapi kalau ngga bergerak (berusaha, red) rasanya ada yang kurang,” ujar Esse mengawali cerita.

Awal usahanya dimulai sekitar 21 tahun lalu dengan membuka butik di rumah. Desain yang eksklusif, jejaring yang kuat membuat bisnis butiknya maju pesat. Rerata setap pejabat di Batam pernah menjadi pelanggan Naya Butik miliknya.

Pemotretan koleksi terbaru kerap dilakukan untuk berpromosi. Karena belum ada media sosial semasif saat ini, Esse memilih berpromosi lewat media cetak kala itu. Surat kabar.

Tak berhenti di bidang mode, bidang kuliner pun dirambahnya. Pilihannya jatuh pada aneka cookies. ”Tapi kalau kue kering hanya musiman menjelang lebaran biasanya. Sampai sekarang pun masih,” jelasnya.

Sejak 2018 lalu, Esse mulai melirik bisnis papan bunga. Ucapan buat wisuda, pernikahan, duka cita dan lainnya memang sudah jamak di Batam. Tak mau ikut-ikutan dalam bentuk yang sudah ada, Esse memilih pembuatan papan ucapan dari kayu palet.

”Selain bahan baku melimpah di sini, saya lihat ucapan dari papan palet lebih elegan dibanding papan bunga yang sudah ada,” terangnya. Ia mengaku ide pertama kali muncul saat melihat papan-papan ucapan serupa di Bandung.

Tak cuma berangan-angan saja, Esse tancap gas untuk merealisasikannya.

Esse Chandra (f. dokumentasi pribadi)

Kini papan ucapan miliknya sudah banyak pelanggan. Apalagi papan bunga palet miliknya termasuk perintis di Kota Batam.
Dengan mempekerjakan dua karyawan, Esse mengaku cukup puas dengan bisnis barunya ini. Selama tiga tahun berjalan. dari sini, Esse sudah bisa membeli pick up untuk mengantar papan bunganya.

”Bayangin coba. Dulu, karyawan kalau antar pakai sejenis becak motor gitu. mana antarnya ke hotel-hotel lagi. Tapi sekarang sudah bisa pakai mobil sendiri,” kenang Esse tertawa.

Bisnia ini, lanjutnya, juga lebih menantang dalam berkreativitas. Bentuk papannya sekarang sudah beragam. Tidak hanya persegi saja, tapi juga bisa bulat atau bahkan bentuk hati (heart shape, red).

Pelanggan pun bisa meminta kreasi khusus untuk warna paletnya misalnya biru, pink, merah, putih dan yang lainnya. Termasuk pilihan warna bunganya. Inilah mengapa, Esse mengharuskan pemesanan dilakukan minimal sehari sebelum acara.

”Karena pembuatannya memang agak rumit,” ujarnya. Ia memilih berpromosi melalui media sosial seperti instagram.

Mengenai harga, Esse mengaku papan bunga miliknya mempunyai harga relatif lebih tinggi dibanding yang lain. Alasannya karena proses pengerjaannya lebih rumit. Apalagi jika yang mengucapkan lebih dari satu orang. Walhasil, Esse wajib mempunyai stok huruf yang banyak. ”Apalagi hurufnya juga terbut dari palet. Bukan styrefoam,” tambahnya.

Untuk kedepan, papan bunga miliknya akan menyasar partai yang memiliki kekhasan warna. ”Jadi kalau ada ucapan HUT partai, warna bisa menyesuaikan dengan warna partai. Misalnya merah dan hitam untuk PDIP, kuning untuk Golkar dan yang lainnya,” tambahnya lagi.

Dalam waktu dekat, Esse juga ingin membuka butik satu lagi. Butik tanaman. ”Flower Life. Butik tanaman hidup. Bukan imitasi. Nantinya tanaman yang cantik-cantik ini bisa menjadi kado istimewa di hari istimewa. Misalnya ulang thaun atau wisuda,” tutupnya. (*)

Reporter : Umy Kalsum

 

Update