Selasa, 29 November 2022

Barbie Luncurkan Boneka 12 Perempuan Berpengaruh di Dunia, Termasuk Butet Manurung dari Indonesia

Berita Terkait


Role Models Boneka Barbie (express.uk.co/Mattel)

batampos – Memperingati Hari perempuan Internasional pada 8 Maret, merek boneka Barbie tahun ini memberikan penghormatan pada 12 perempuan dari seluruh dunia.

Selain produser dan penulis naskah televisi legendaris Shonda Rhimes, karakter perempuan hebat lainnya diantaranya Ari Horie, Pat McGrath, Melissa Sariffodeen, Adriana Azuara, Doani Emanuela Bertain, Jane Martino, Lan Yu, Butet Manurung dari Indonesia, Sonia Peronaci, Tijen Onaran dan Lena Mahfouf.

12 boneka panutan ini mewakili para wanita dari berbagai industri, termasuk hiburan, pendidikan dan lainnya. Butet Manurung pendiri ”Sokola Rimba” adalah salah satunya.

“Sokola Rimba”, bukanlah sekolah biasa. Ini merupakan sekolah rintisan bagi anak-anak Orang Rimba atau Suku Kubu di pedalaman hutan Jambi. Berdiri sejak 2003, Sokola Rimba merupakan konsep pendidikan bagi masyarakat adat atau suku terpencil di Indonesia.

Hingga saat ini, “Sokola Rimba” yang kemudian berubah nama menjadi Sokola Institute sudah merintis hingga 17 program di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada lebih dari 15.000 masyarakat adat untuk bisa mengenyam pendidikan formal.

Boneka Barbie Shonda Rhimes (ANTARA/Mattel)

Sementara Shonda Rhimes juga mengaku bangga punya Barbie sendiri. “Bangga berada di antara 12 wanita luar biasa, yang semuanya mendobrak hambatan dalam karier masing-masing,” kata Rhimes dilansir Variety melalui antaranews.com, Jumat.

Boneka Rhimes mengenakan pakaian yang sama dari sampul majalah Variety November 2021, dengan rok pelangi dan sweter biru berhiaskan hati.

Pendiri rumah produksi Shondaland ini juga mengomentari pentingnya anak kecil memiliki panutan dan boneka yang mirip dengan mereka.

“Gagasan bahwa ada boneka di luar sana yang dapat terlihat seperti Anda dan memberi Anda kemampuan untuk membayangkan diri Anda di dunia yang berbeda, dengan cara yang berbeda, dengan cara yang mungkin hanya Anda impikan secara diam-diam, atau yang Anda pikir tidak mungkin dalam kehidupan nyata, saya pikir itu sangat penting,” kata Rhimes.

Gagasan terbaru ini mengikuti peluncuran dari kampanye “Dream Gap Project” Barbie pada 2018, yang berasal dari penelitian Universitas New York yang didanai Mattel, yang menemukan bahwa gadis-gadis muda cenderung tidak mengangkat tangan mereka untuk posisi kepemimpinan.

Namun, setelah mereka bermain dengan boneka model peran perempuan, baik anak perempuan maupun anak laki-laki lebih cenderung menjadi sukarelawan untuk memimpin kegiatan kelompok.

“Kami tahu bahwa anak-anak terinspirasi oleh apa yang mereka lihat di sekitar mereka, itulah sebabnya mengapa sangat penting bagi gadis-gadis muda untuk melihat diri mereka tercermin dalam panutan yang telah dengan berani melewati rintangan dan mengatasi Dream Gap untuk menjadi wanita pemberani seperti sekarang ini,” ujar Lisa McKnight, wakil presiden senior dan kepala Barbie global dan Boneka di Mattel,.

“Pada Hari Perempuan Internasional ini, kami bangga untuk menghormati 12 wanita perintis global untuk membantu memberdayakan generasi pemimpin wanita berikutnya dengan membagikan kisah mereka,” lanjutnya. (*)

Reporter : Antara/umy

Update