Selasa, 16 April 2024

Banting Setir Kerja Kantoran, Kini Dian Sastro Ungkap Hal yang Membuatnya Mantap Berkarya di Film

Berita Terkait

Dian Sastro mengungkapkan hal yang membuatnya mantap berkarya di film setelah sempat bekerja kantoran (YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)

batampos – Artis Dian Sastrowardoyo atau yang akrab disapa Dian Sastro mengungkapkan hal yang akhirnya membuat dirinya mantap untuk berkarya di film.

Bahkan, sebelum merasa mantap berkarya di dunia perfilman, Dian Sastro sempat vakum dan bekerja kantoran.

Diketahui, Dian Sastro sudah berkarya di dunia hiburan selama 25 tahun.

Meski demikian, Dian Sastro rupanya masih mencari tujuan hidupnya hingga saat ini.

“Sebenernya goal hidupnya Dian Sastro ini di mana?” tanya Denny Sumargo, dikutip JawaPos.com dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Jumat (15/3).

“Karena gua denger 25 tahun berkarya lo ini kayak kontemplasi lu selama 25 tahun, pengen ngelihat lagi selama 25 tahun ini apa yang lu kerjakan, apa yang sudah lu achieve, itu kan bagian dari kontemplasi ya.”

“Lu pengen apalagi sih dalam hidup lu?” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dian Sastro mengaku belum sepenuhnya tahu dengan tujuan hidupnya hingga kini.

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Dian Sastro Mencari Tuhan hingga Mualaf, Dibesarkan Ibu Katolik dan Ayah Buddha

“Itu dia, gue juga lagi mikir, di umur segini mungkin lo juga mulai menanyai ke diri sendiri.”

“‘Alhamdulillah lu udah paruh baya, sebenernya yang lo jalanin selama ini tuh buat makna yang lebih dalem apa ya?'”

“Kalau nggak cuma buat nyambung hidup doang kan masa kita ngerjain segala macem capek-capek cuma buat nyambung hidup doang?” tutur Dian Sastro.

“Lu udah lewatin, lu udah ada di fase itu,” timpal Denny.

Lebih lanjut, Dian Sastro kemudian menyinggung perihal yayasan yang dimilikinya.

“Intinya supaya kita memanusiakan diri berarti kesimpulannya kita harus mendapatkan makna lebih dong dari apapun yang kita lakuin.”

“Gue juga lagi mikir nih, apa ya? Belum dapet, proses,” ucap Dian.

Dian Sastro merasa yayasan yang dibuatnya dapat memberikan rezeki untuk orang lain.

“Gue bikin yayasan kan, mungkin nggak sih gue alhamdulillah dibukain semua jalannya di karier ini, keberhasilan yang alhamdulillah banyak banget.”

“Jangan-jangan emang gue di sini punya peranan untuk bukain rezekinya orang lain kali lewat yayasan, mungkin bisa memberikan akses sekolah buat anak-anak,” imbuhnya.

Mendengar jawaban Dian Sastro, Denny Sumargo menilai sang artis masih mencari jati diri.

“Kok pakai kata mungkin sih?” tanya Denny.

“Ini kan kontemplasi gue,” papar Dian.

“Berarti lu masih pencarian jati diri? Kalau pakai kata mungkin kan berarti masih mencari ya,” nilai Denny.

Bagi Dian Sastro, segala hal yang dijalani memang masih terus berlanjut dan belum berakhir.

“Karena penting kalau kita tetep nyari, kalau misalnya kita udah nggak nyari lagi, lulus.”

“Kita masih belajar terus kan, mungkin aja iya, mungkin aja enggak,” ujarnya.

“Mungkin aja ada lagi iya dan ada lagi misalnya apa.”

“Jadi segala macem tuh jangan titik gitu lho, koma,” imbuhnya lagi.

Kini, Dian Sastro akhirnya mantap dan sadar bahwa memang dirinya harus berkarya di film.

Bahkan, berbagai film yang telah melambungkan namanya tersebut didapatnya dengan waktu yang tidak singkat.

“Yang kamu ngerasa ‘I already know’ diri gue yang ini nih, apa aja yang kamu ‘This is I am’?” tanya Denny.

“Yang gua tau adalah kayaknya gua di film dan itu untuk menerima dan akhirnya gue sadar kalau gue kayaknya harus berkaryanya di film itu perjalanannya panjang banget,” ucap Dian.

Tak dipungkiri, Dian Sastro bahkan sempat merasa dirinya tak cocok berkarya di dunia perfilman.

Saat vakum dari dunia hiburan, ia pun bekerja kantoran sebelum akhirnya kembali lagi ke dunia hiburan.

“Gue sempet denial gitu, ‘Gue kayaknya nggak mungkin di film deh’, gue sempet berhenti enam tahun kan dari film, tahun 2008 gue sempet berhenti, 2013 baru balik lagi.”

“Itu sempet gue mikir ‘Gue kayaknya nggak di film, kayaknya gue masih ada kemungkinan-kemungkinan lain yang belum gue eksplor’.”

“Gue nyobain ngantor di kantor konsultan, gue masuk ke perusahaan Amerika, gue ngantor 3,5 tahun jadi konsultan,” paparnya.

Pekerjaan kantoran sempat membuat ibu dua anak itu berpikir bahwa kariernya berlanjut di kerja kantoran, bukan perfilman lagi.

“Gue beneran mikir waktu itu gue pindah karier jadi mbak-mbak kantoran.”

“Akhirnya sekarang udah jelas nih ‘Oke kayaknya gue di film deh’,” ungkapnya.

Ketika disingggung alasan dirinya mantap kembali ke dunia perfilman, Dian Sastro menilai industri film kini berkembang lebih baik.

“Karena pas tahun 2013 gue balik lagi ke film, ternyata tuh film udah jadi seru banget karena tiba-tiba diangkat tuh dari daftar negatif investasi kan.”

“Ternyata bioskop nggak cuma pemain lokal doang, ada pemain dari luar juga.”

“Akhirnya industrinya jadi jauh lebih seru, kesempatan untuk bikin film jadi lebih banyak, genre jadi lebih beragam, demand untuk membuat film juga lebih banyak lagi, sekarang udah ada banyak banget,” tutup Dian Sastro. (*)

Sumber: JP Group

Update