Selasa, 16 Juni 2026

Pengamat Prediksi Harga Laptop Terus Naik: Beli Sekarang Sebelum Makin Mahal

Berita Terkait

Harga laptop semakin tinggi di pasaran. Calon pembeli wajib menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli, sebelum harga semakin naik. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

batampos – Masyarakat yang berencana membeli laptop untuk kebutuhan sekolah, kuliah, maupun pekerjaan disarankan tidak menunda pembelian terlalu lama. Pasalnya, harga laptop diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan hingga akhir tahun, bahkan berlanjut pada 2027.

Pengulas gadget dari Jagat Review, Dedy Irvan, mengatakan tren pasar perangkat komputasi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya harga laptop cenderung turun ketika generasi baru dirilis, kini tekanan pada rantai pasok komponen justru membuat harga perangkat berpotensi terus meningkat.

“Kalau memang ada kebutuhan dan ada dana, mending beli sekarang sebelum harganya naik lagi,” kata Dedy.

Menurutnya, periode terbaik untuk membeli laptop sebenarnya terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026. Namun, harga saat ini masih tergolong masuk akal dibandingkan potensi kenaikan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

“Sebetulnya sudah telat ya. Harusnya ambil di akhir 2025 atau awal 2026. Tapi sekarang pun masih lumayan karena harga masih akan naik terus sampai akhir tahun dan kemungkinan berlanjut sampai tahun depan,” ujarnya.

Dedy menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga laptop adalah meningkatnya harga memori, baik RAM maupun media penyimpanan. Komponen tersebut merupakan bagian penting dalam hampir seluruh perangkat komputasi modern.

Ketika harga komponen memori naik, produsen laptop pada akhirnya akan menyesuaikan harga jual produk mereka di pasar.

“Harga RAM itu tidak akan turun, dia hanya akan naik,” katanya.

Selain faktor memori, perkembangan pesat industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi pemicu meningkatnya permintaan komponen komputer secara global.

Menurut Dedy, teknologi AI membutuhkan infrastruktur pusat data dan server dalam jumlah besar, terutama memori berkapasitas tinggi untuk melatih dan menjalankan model-model AI terbaru.

Akibatnya, produsen komponen lebih banyak mengalokasikan produksi untuk memenuhi kebutuhan sektor AI dibanding pasar konsumen biasa.

“Pengguna internet di dunia hampir 6 miliar orang. Pengguna AI baru sekitar 1 miliar. Artinya masih ada potensi miliaran pengguna baru yang akan memakai layanan AI,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap memori dan komponen komputasi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga berpotensi menjaga tren kenaikan harga perangkat.

Laptop gaming disebut menjadi salah satu kategori yang paling rentan mengalami kenaikan harga. Sebab, perangkat tersebut menggunakan kombinasi prosesor, kartu grafis, RAM, dan penyimpanan dengan spesifikasi tinggi yang sangat bergantung pada ketersediaan komponen premium.

“Apalagi laptop gaming. Memang lagi tidak turun-turun harganya,” kata Dedy.

Karena itu, pengguna yang membutuhkan laptop untuk pekerjaan berat seperti desain grafis, video editing, rendering, computer aided design (CAD), hingga pengembangan AI disarankan mempertimbangkan pembelian lebih cepat.

Selain menghindari kenaikan harga, langkah tersebut juga dapat mengurangi potensi pengeluaran yang lebih besar di masa mendatang.

Menurut Dedy, calon pembeli sebaiknya berfokus pada kebutuhan aktual daripada terus menunggu harga turun yang belum tentu terjadi dalam waktu dekat.

“Kalau memang kebutuhannya sudah ada dan dananya tersedia, lebih baik segera ambil. Karena tren yang terlihat sekarang bukan turun, melainkan naik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar perangkat keras global saat ini masih berada dalam fase penyesuaian harga akibat tingginya permintaan komponen untuk kebutuhan AI. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga harga baru dianggap normal oleh pasar.

“Sampai harga tinggi itu menjadi normal, kenaikannya masih akan terus terjadi,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, membeli laptop saat ini dinilai menjadi pilihan yang lebih rasional bagi masyarakat yang sudah memiliki kebutuhan jelas untuk pendidikan, pekerjaan, maupun produktivitas jangka panjang. (*)

Update