Minggu, 14 Juni 2026

Valve Bawa 13 Ton Headset VR ke Amerika, Tanda Steam Frame Siap Rilis

Berita Terkait

Valve dilaporkan mengimpor sekitar 13 ton perangkat VR ke Amerika Serikat, memicu spekulasi bahwa Steam Frame segera diluncurkan. Sumber gambar: x.com/gamespark.

batampos – Valve kembali menjadi perbincangan di kalangan penggemar teknologi dan gim setelah diketahui mengimpor sekitar 13 ton perangkat virtual reality (VR) ke Amerika Serikat dalam satu hari.

Pengiriman dalam jumlah besar tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa perusahaan tengah bersiap meluncurkan headset VR generasi terbaru bernama Steam Frame.

Informasi tersebut terungkap dari data pengiriman barang yang menunjukkan kapal kontainer Jerman Posen tiba di Pelabuhan Los Angeles setelah berlayar dari Shanghai, Tiongkok, pada Rabu (10/6).

Dalam data impor itu, mitra distribusi Valve, Ceva Logistics, tercatat membongkar hampir 32 ton metrik barang yang diklasifikasikan sebagai “Virtual Reality Devices” atau perangkat realitas virtual.

Setelah memperhitungkan bobot kontainer pengiriman, jumlah perangkat yang diangkut diperkirakan mencapai sekitar 13 ton headset VR siap edar.

Temuan tersebut langsung memicu spekulasi di komunitas teknologi. Pengamat perangkat VR, Brad Lynch, menilai pengiriman itu hampir pasti merupakan batch produksi massal pertama Steam Frame yang akan segera dipasarkan.

Berdasarkan estimasi berat perangkat sekitar 654 gram lengkap dengan kontroler, jumlah headset yang dikirim diperkirakan masih berada di bawah 20 ribu unit.

Pengiriman dalam jumlah besar biasanya menjadi indikator bahwa sebuah produk telah memasuki tahap distribusi komersial dan tidak lagi sebatas perangkat pengujian internal atau prototipe.

Masuknya ribuan unit ke gudang distribusi Valve di Amerika Serikat dianggap sebagai sinyal kuat bahwa jadwal peluncuran Steam Frame semakin dekat.

Steam Frame disebut akan menjadi penerus Valve Index, headset VR premium milik Valve yang sebelumnya cukup populer di kalangan pengguna PC gaming. Produksi Valve Index sendiri dilaporkan telah dihentikan sebagai bagian dari persiapan transisi ke perangkat generasi baru.

Berbeda dengan Valve Index yang mengandalkan koneksi kabel ke komputer dan sensor eksternal, Steam Frame dirancang dengan konsep standalone. Artinya, perangkat dapat digunakan secara mandiri tanpa harus selalu terhubung ke PC.

Headset ini juga dikabarkan mendukung konektivitas nirkabel serta menjalankan sistem operasi SteamOS yang selama ini digunakan Valve pada berbagai perangkat gaming mereka.

Selain itu, Steam Frame disebut mengandalkan chipset berbasis ARM yang memungkinkan pengguna memainkan berbagai gim dan aplikasi VR secara lebih fleksibel.

Dengan konsep tersebut, Valve diperkirakan ingin bersaing langsung dengan perangkat VR populer di pasar saat ini, termasuk lini headset Meta Quest yang mendominasi segmen standalone VR.

Sebelumnya, Valve telah mengonfirmasi bahwa Steam Frame bersama perangkat Steam Machine generasi terbaru dijadwalkan meluncur pada musim panas 2026.

Meski perusahaan belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi maupun spesifikasi lengkapnya, aktivitas impor dalam jumlah besar ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengumuman besar dari Valve tinggal menunggu waktu. (*)

SourceThe Verge

Update