Senin, 6 April 2026

Menguak Sejarah Paskah dan Makna Telur dalam Tradisi Kristen

Berita Terkait

F. via Radar Solo.

batampos – Paskah merupakan salah satu hari besar terpenting dalam tradisi Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

Peristiwa ini diyakini terjadi tiga hari setelah penyaliban dan menjadi dasar utama iman umat Kristen di seluruh dunia. Selain makna spiritualnya, Paskah juga identik dengan berbagai simbol, salah satunya telur yang melambangkan kehidupan baru.

Perayaan Paskah telah dirayakan sejak abad ke-2 Masehi oleh komunitas Kristen awal. Penetapan tanggal Paskah kemudian disepakati dalam Konsili Nicea pada tahun 325 M.

Dalam konsili tersebut ditetapkan bahwa Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama usai titik balik musim semi. Sistem ini masih digunakan oleh banyak gereja hingga saat ini.

Istilah “Easter” dalam bahasa Inggris diyakini berasal dari Eostre, dewi musim semi dalam tradisi Anglo-Saxon, sebagaimana dicatat oleh Bede.

Telur Paskah memiliki sejarah panjang yang bahkan sudah ada sebelum era Kristen. Dalam berbagai budaya kuno, telur menjadi simbol kesuburan, kelahiran kembali, dan kehidupan baru.

Makna tersebut kemudian diadopsi dalam tradisi Kristen sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

Pada Abad Pertengahan, gereja melarang konsumsi telur selama masa puasa menjelang Paskah. Namun, ayam tetap bertelur sehingga telur-telur tersebut dikumpulkan.

Saat Paskah tiba, telur kemudian dihias dan dijadikan bagian dari perayaan sebagai simbol sukacita dan berakhirnya masa puasa.

Tradisi menghias telur tercatat mulai berkembang sejak abad ke-13 dan terus meluas ke berbagai negara. Hingga kini, telur menjadi ikon penting dalam perayaan Paskah.

Selain itu, telur juga identik dengan musim semi—masa di mana kehidupan baru mulai bermunculan. Hal ini semakin memperkuat maknanya sebagai simbol harapan, pembaruan, dan kebangkitan.

Dalam perkembangannya, tradisi ini melahirkan berbagai kegiatan modern seperti menghias telur hingga berburu telur Paskah yang populer di banyak negara.

Paskah 2026 menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dan budaya terus berpadu, menghadirkan makna spiritual sekaligus kebersamaan dalam perayaan. (*)

Update