
batampos – Kolaborasi antara Swatch dan Audemars Piguet melalui koleksi “Royal Pop” sukses menjadi fenomena global setelah resmi dirilis pada Sabtu (16/5).
Antrean panjang, kericuhan antar pembeli, hingga penutupan sementara sejumlah toko Swatch terjadi di berbagai negara akibat tingginya antusiasme publik terhadap koleksi jam tangan tersebut.
Royal Pop menjadi sorotan dunia karena menghadirkan reinterpretasi desain ikonik Royal Oak milik Audemars Piguet dalam format pocket watch berbahan bioceramic.
Koleksi ini menggunakan mesin mekanikal hand-wound SISTEM51 dan hadir dalam delapan pilihan warna berbeda dengan harga retail sekitar US$400 hingga US$420.
Peluncuran Royal Pop memicu kekacauan di sejumlah kota besar dunia seperti New York, Paris, Milan, Dubai, hingga Singapura.
Beberapa toko bahkan terpaksa ditutup sementara akibat membludaknya pembeli dan aktivitas reseller yang dinilai terlalu agresif.
Di sejumlah negara Eropa, polisi dilaporkan turun tangan untuk mengendalikan situasi di lokasi penjualan.
Pada hari pertama peluncuran, harga resale Royal Pop langsung melonjak tajam di pasar sekunder seperti Chrono24, eBay, dan StockX.
Beberapa reseller diketahui menjual satu set lengkap koleksi Royal Pop dengan harga lebih dari US$25.000. Sementara unit individual sempat dipasarkan di kisaran US$3.000 hingga US$9.000.
Namun, harga resale kini mulai mengalami penurunan meski masih berada di atas harga retail resmi.
Penurunan tersebut terjadi setelah pasar sekunder dibanjiri listing baru dan Swatch memastikan koleksi Royal Pop tidak diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas.
Banyak spekulan mulai menurunkan harga jual karena permintaan pasar tidak lagi setinggi pada hari pertama perilisan.
Stok Royal Pop juga diperkirakan masih akan tersedia selama beberapa bulan ke depan di sejumlah toko tertentu.
Meski harga resale mulai melemah, Royal Pop tetap dianggap sebagai kesuksesan besar dari sisi pemasaran.
Swatch mengungkapkan kampanye peluncuran koleksi tersebut berhasil menghasilkan miliaran impresi di media sosial dan menarik perhatian publik global dalam waktu singkat. (*)
