Senin, 26 Januari 2026

Mudah Dikenali, Ini 7 Kebiasaan Mengirim Pesan Teks Generasi Boomer

Berita Terkait

Ilustrasi tangan yang mengetik pesan teks di ponsel. (freepik)

batampos – Di era komunikasi digital yang serba cepat ini, setiap generasi punya caranya sendiri dalam berkirim pesan. Gaya bahasa dan pola penulisan yang digunakan sering kali menjadi petunjuk usia seseorang. Kebiasaan ini bukan berarti salah, melainkan cerminan dari era komunikasi yang mereka alami sebelumnya.

Melansir dari Geediting.com, Senin (3/8), ada tujuh kebiasaan khusus generasi Baby Boomer dalam berkirim teks yang dapat dikenali. Kebiasaan ini merupakan produk dari latar belakang mereka yang terbiasa dengan surat dan surel formal. Mari kita selami kebiasaan-kebiasaan yang unik ini.

1. Penggunaan Tanda Baca yang Berlebihan

Satu di antara tanda paling jelas adalah penggunaan tanda baca yang berlebihan, terutama tanda seru. Mereka terbiasa menggunakan banyak tanda seru untuk memberikan penekanan pada poin mereka. Hal ini mengingatkan kita pada era penulisan surat formal.

Tindakan ini tidak menandakan darurat atau emosi yang memuncak. Ini adalah cara mereka mencoba menekankan maksudnya dalam dunia digital.

2. Misteri Tiga Titik Elipsis

Pesan teks dari generasi ini sering diakhiri dengan tanda elipsis (…) yang membingungkan. Pesan sederhana seperti “Sampai ketemu saat makan malam…” bisa menimbulkan teka-teki bagi generasi muda. Mereka terbiasa menggunakannya untuk menunjukkan jeda atau pikiran yang tidak terucap.

Bagi mereka, elipsis adalah cara yang sopan untuk mengakhiri kalimat. Sayangnya, ini sering diartikan sebagai pesan pasif-agresif atau ada sesuatu yang tidak beres.

3. Kebiasaan Menulis Paragraf Panjang

Alih-alih mengirim pesan singkat dan padat, Boomer cenderung menulis paragraf panjang. Mereka lebih memilih untuk mengetik kalimat lengkap dan menjelaskan segala sesuatu secara terperinci. Mereka terbiasa dengan bahasa yang terstruktur rapi.

Mereka menghargai kejelasan daripada ringkasan. Menulis panjang adalah cara mereka memastikan tidak ada kesalahpahaman yang terjadi.

4. Selalu Menggunakan Tanda Tangan

Seperti menulis surat elektronik atau surat fisik, Boomer sering kali mengakhiri teks dengan tanda tangan. Tidak jarang pesan teks diakhiri dengan “-Ayah” atau “Salam, Susan” padahal lawan bicaranya sudah tahu pengirimnya. Kebiasaan ini menunjukkan kebiasaan formal yang masih dipertahankan.

Tanda tangan ini adalah bagian dari etiket komunikasi mereka. Kebiasaan ini adalah cara mereka menunjukkan rasa hormat dan kesopanan.

5. Huruf Kapital untuk Penekanan

Boomer menggunakan huruf kapital (ALL CAPS) untuk menekankan suatu hal, bukan untuk berteriak. Hal ini adalah kebiasaan dari era mesin tik. Mereka menggunakan huruf kapital untuk menyoroti poin penting dalam pesan.

Meskipun bagi generasi muda itu dianggap berteriak, itu hanyalah cara mereka menekankan maksudnya. Mereka mencoba membuat poinnya terlihat menonjol dalam teks.

6. Penggunaan Emoji yang Terbatas

Emoji terkadang masih dianggap bahasa asing yang tidak sepenuhnya dipahami. Pria ini mungkin akan jarang menggunakan emoji atau menggunakannya dengan cara yang tidak biasa. Mereka menganggap emoji sebagai hal baru yang tidak mereka pahami.

Mereka lebih nyaman mengekspresikan diri melalui kata-kata tertulis. Alhasil, pesan mereka terasa lebih serius dan formal daripada pesan biasa.

7. Menghindari Singkatan dan Bahasa Gaul

Dibandingkan menggunakan singkatan seperti “lol” atau “omg,” pria ini lebih memilih untuk menuliskan kata dan kalimat secara lengkap. Mereka menjunjung tinggi kejelasan bahasa. Mereka menghindari bahasa gaul pesan teks.

Mereka lebih mementingkan makna yang tepat daripada kecepatan. Singkatan yang umum digunakan generasi muda sering dianggap tidak jelas bagi mereka.

Memahami kebiasaan berkirim teks generasi Baby Boomer ini menunjukkan adanya perbedaan cara komunikasi antar generasi. Kebiasaan ini bukanlah kekurangan, melainkan jejak digital yang menjembatani generasi. Ini adalah pengingat bahwa komunikasi tidak selalu sama untuk setiap orang.

Di balik setiap elipsis, huruf kapital, dan tanda tangan formal, ada keinginan untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri. Ini adalah ekspresi unik yang mengingatkan kita pada beragamnya ekspresi manusia. Alih-alih mengkritik, kita bisa menghargai perbedaan ini. (*)

SourceJPGroup

Update