Selasa, 29 November 2022

Warna di Tegel Rumah Memberi Kesan Hangat dan Membumi 

Berita Terkait

Material cement tiles atau tegel diaplikasikan pada eksterior maupun interior. Di antaranya, fasad dan dinding ruang keluarga (kanan). foto-foto: Arkides

batampos – Proyek hunian GN House di Bandung rancangan arsitek Gania Nanggala ini memiliki dua ”kepribadian” sekaligus: introver dan ekstrover. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Kepribadian introver rumah ini tampak nyata dari depan. Fasad yang terlihat seperti dua buah boks yang ditumpuk itu tampak masif tanpa adanya bukaan. Pintu utama pun sepenuhnya tertutup oleh pagar bermaterial perforated metal. Tidak ada jendela yang menghadap ke jalan, baik itu di lantai 1 maupun dua.

’’Kami menginterpretasikan kebutuhan klien. Kebetulan pemilik rumah orangnya introver, mereka tidak ingin kesehariannya bisa terekspos dari luar,’’ tutur Gania Rabu (8/6) lalu.
Kepribadian introver itu didukung dengan layout ruangan. Bagian depan rumah tersebut dikhususkan untuk area servis dan publik. Semakin ke belakang, semakin privat.

Gania menyebut rumah itu bertema modern yang menyesuaikan dengan kebutuhan pemilik rumah, tapi tetap membuatnya sesimpel mungkin tanpa adanya bahasan desain yang tidak perlu.

’’Kita squeeze desainnya untuk menciptakan bentuk yang sangat esensial,’’ kata founder Arkides Studio itu soal bentuk boks pada fasadnya.

Kepribadian introver pada fasad rumah tersebut berlawanan dengan prinsip bahwa rumah ideal hendaknya memiliki banyak bukaan sebagai tempat masuknya sinar matahari dan sirkulasi udara yang ”menghidupkan”. Untuk mengatasi hal itu, Gania tetap menerapkan bukaan dari empat sisi rumah, termasuk pada bagian depan.

Di balik tembok fasad terdapat sebuah taman kecil yang terhubung dengan teras sekaligus ruang keluarga. Karena terhalang tembok itulah, area tersebut tertutup dari luar, tapi mendapat banyak asupan udara dan sinar matahari dari atas dan samping. Kemudian memasuki area rumah yang lebih dalam, ada lebih banyak lagi bukaan dari atas. Lalu, ditambah adanya taman kering yang membantu banyaknya sinar matahari untuk masuk.

“Begitu masuk ke rumah, terasa ekstrover karena terbuka,” kata alumnus Universitas Katolik Parah­yangan Bandung tersebut.

BACA JUGA: Di Fasad Asimetris pada Lebar Minimalis, Anyaman Bambu Perkuat Tema

Beberapa ruangan juga berbatasan langsung dengan taman belakang. Dengan begitu, batas antara indoor dan outdoor menjadi lebih tipis. Rumah seluas 250 meter persegi itu memiliki dominasi warna dan desain yang maskulin.

Untuk membuatnya lebih membumi, Gania memilih material cement tiles atau tegel yang menutupi sebagian besar eksterior dan sebagian kecil interior.

’’Kami pilih material itu supaya bersih dan minim maintenance,’’ katanya.

Gania tidak memilih batu bata biasa karena warnanya dinilai terlalu terang dan memberi kesan raw. Sedangkan material tegel mampu memberikan warna oranye yang lembut, tampak serasi dengan warna-warna maskulin seperti hitam dan abu-abu. Selain itu, warna oranye pada tegel memberi kesan hangat. (*)

Reporter: JP Group

Update