
batampos – Volvo Cars memperkenalkan teknologi Plug & Charge untuk menyederhanakan proses pengisian daya kendaraan listrik.
Dengan fitur ini, pengemudi cukup mencolokkan kabel ke stasiun pengisian daya yang kompatibel tanpa perlu membuka aplikasi, memindai kartu anggota, maupun melakukan pembayaran secara manual.
Teknologi tersebut mulai tersedia untuk pemilik Volvo EX90 di Amerika Serikat dan akan hadir pada Volvo EX60 saat pengiriman kendaraan dimulai pada akhir tahun ini.
Volvo menyebut Plug & Charge sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih praktis dan bebas hambatan.
Sistem ini bekerja menggunakan standar komunikasi internasional ISO 15118. Ketika kabel pengisian daya terhubung ke kendaraan, sistem secara otomatis mengenali identitas mobil, melakukan autentikasi ke jaringan pengisian daya, hingga memproses pembayaran tanpa campur tangan pengemudi.
Seluruh proses berlangsung otomatis dari awal hingga akhir. Teknologi tersebut dapat digunakan pada berbagai jaringan pengisian daya publik yang mendukung Plug & Charge, termasuk Tesla Supercharger dan IONNA di Amerika Serikat.
Volvo menyatakan pengguna EX90 dan EX60 nantinya dapat mengakses lebih dari 35.000 titik pengisian daya yang kompatibel. Lokasi stasiun pengisian daya juga dapat ditemukan melalui sistem infotainment berbasis Google yang terintegrasi di kendaraan maupun melalui aplikasi Volvo Cars.
“EX60 dan EX90 dirancang untuk memadukan keselamatan, keberlanjutan, dan teknologi yang berfokus pada manusia,” ujar Head of Product, Technology & Consumer Offer Volvo Car Americas, Jim Nichols, dikutip dari Volvo Cars, Senin (22/6).
Selain menghadirkan kemudahan pengisian daya, Volvo juga meningkatkan kemampuan teknis kendaraan listriknya. EX90 model tahun 2026 kini menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt yang memungkinkan proses pengisian daya lebih cepat dibandingkan sistem 400 volt generasi sebelumnya.
Dengan teknologi tersebut, EX90 mampu menambah jarak tempuh hingga sekitar 250 kilometer hanya dalam 10 menit pengisian daya pada stasiun fast charging yang mendukung.
Sementara itu, EX60 yang diperkenalkan pada awal 2026 menjadi salah satu model penting dalam strategi elektrifikasi Volvo. SUV listrik menengah tersebut dibangun menggunakan platform SPA3 generasi terbaru yang dirancang menawarkan jarak tempuh lebih jauh, pengisian daya lebih cepat, dan biaya kepemilikan yang lebih kompetitif.
Volvo bahkan menyebut EX60 sebagai kendaraan yang dapat membantu mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik atau range anxiety.
Selama ini, salah satu tantangan terbesar pengguna mobil listrik adalah rumitnya proses pengisian daya akibat penggunaan berbagai aplikasi, kartu anggota, dan metode pembayaran yang berbeda di setiap jaringan pengisian daya.
Melalui Plug & Charge, Volvo berupaya menjadikan kemudahan pengisian daya sebagai salah satu nilai jual utama kendaraan listrik masa depan. (*)
