Rabu, 17 Agustus 2022

Posisi Tidur Tengkurap Ternyata Buruk Untuk Kesehatan

Berita Terkait

Ilustrasi tidur tengkurap (Antara)

batampos – Posisi tidur setiap orang berbeda-beda. Miring, telentang, atau tengkurap.

Ada posisi tidur tersebut, tidur tengkurap merupakan posisi yang tidak ideal.

Bahkan menurut spesialis tidur Michael Breus, PhD, penulis “The Power of When” seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (4/1), dikutip dari Antara, tidur tengkurap bisa dibilang posisi tidur terburuk.

Sebab, posisi ini sering menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang cukup parah, terutama di leher. Seringkali, ketika orang tidur tengkurap, leher mereka diangkat terlalu tinggi. Akibatnya, banyak yang mengalami sakit leher di pagi hari setelah tidur tengkurap.

Masalah lain, nyeri punggung bawah bisa muncul karena tidur tengkurap, menurut Cleveland Clinic. Tidur dengan sisi depan memberi tekanan ekstra pada sendi di tulang belakang dan punggung bawah. Ketika tidur tengkurap, sulit untuk menjaga tulang belakang sejajar dengan benar, kata Breus.

Meskipun ini mungkin tidak menyebabkan rasa sakit atau tekanan setelah satu atau dua malam, tidur tengkurap yang konsisten dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit dalam jangka panjang.

Menekan sendi sensitif di punggung juga dapat menghambat mobilitas Anda, membuatnya lebih sulit untuk duduk dengan postur yang baik atau melakukan tugas sehari-hari.

”Orang yang tidur tengkurap juga sering menjadi orang yang paling banyak bergerak sepanjang malam,” kata Breus. Tidur telungkup menekan sendi di leher dan punggung Anda, menyebabkan lengan mati rasa.

Kemudian, karena ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan posisi ini, orang yang tidur tengkurap cenderung lebih sering bergeser atau tersentak di malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.

Akibatnya, karena tidur kurang berkualitas efeknya pada kesehatan menjadi negatif, seperti kelebihan berat badan dan tekanan darah tinggi.

Menurut GI Society, setiap posisi tidur temgkurap dapat memperburuk gejala refluks asam. Ketika Anda berdiri atau duduk tegak, gravitasi membantu mencegah asam di perut Anda naik kembali ke tenggorokan.

Menurut Breus, melatih diri untuk tidur dalam posisi baru tidaklah mudah. Seorang ahli kesehatan dapat menawarkan rencana yang dipersonalisasi untuk membantu memperbaiki postur dan posisi tidur Anda.

Breus merekomendasikan tidur dengan bantal yang tipis di bawah kepala Anda atau tanpa bantal sama sekali. Ini membuat kepala Anda kembali sejajar dengan tulang belakang Anda, mengurangi beberapa tekanan pada leher dan punggung Anda.

Selain itu, menempatkan bantal kecil di bawah panggul Anda dapat menambah kenyamanan, menurut University of Rochester Medical Center. Cara ini bisa membantu memperbaiki punggung bawah yang terlalu melengkung, membuat tulang belakang lumbar sejajar dengan punggung tengah dan atas. (*)

Reporter: Antara

Update