
batampos – Porsche resmi mengakhiri produksi Macan bermesin pembakaran internal (ICE) pada akhir Juli 2026. Keputusan ini menutup perjalanan SUV premium tersebut setelah lebih dari 12 tahun menjadi salah satu model terlaris pabrikan asal Jerman itu.
Penghentian produksi Macan bensin menjadi bagian dari strategi Porsche untuk mempercepat transisi menuju kendaraan elektrifikasi.
Ke depan, perusahaan akan memusatkan pengembangan pada Macan Electric, yang telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru SUV kompak premium mereka.
Macan pertama kali diperkenalkan pada 2013 dan mulai dipasarkan sebagai model tahun 2015. Meski sempat menuai kritik karena memperluas lini SUV setelah kehadiran Cayenne, Macan justru berkembang menjadi tulang punggung penjualan Porsche di berbagai pasar dunia.
Selama lebih dari satu dekade, Porsche telah memproduksi lebih dari 1 juta unit Macan di pabrik Leipzig, Jerman.
Dalam laporan perusahaan yang dikutip dari Road & Track, Macan bermesin bensin menyumbang sekitar 16 persen dari total pengiriman kendaraan Porsche secara global. Angka tersebut menunjukkan permintaan terhadap SUV premium bermesin konvensional masih cukup kuat di sejumlah negara.
Meski demikian, Porsche mencatat penjualan global pada semester pertama 2026 mencapai 122.306 unit atau turun sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya pasar Tiongkok, perlambatan permintaan kendaraan listrik di sejumlah wilayah, serta dihentikannya produksi beberapa model bermesin pembakaran.
Porsche juga memastikan belum akan menghadirkan penerus langsung Macan bermesin bensin. Sebagai gantinya, perusahaan tengah mengembangkan SUV kompak baru berbasis Premium Platform Combustion (PPC) yang diperkirakan meluncur paling cepat pada 2028.
Model baru itu disebut akan tersedia dalam pilihan mesin bensin dan hybrid guna memenuhi kebutuhan konsumen yang masih menginginkan kendaraan bermesin konvensional.
Untuk saat ini, Macan Electric akan menjadi satu-satunya model Macan yang dipasarkan Porsche secara global, sekaligus menandai dimulainya babak baru elektrifikasi salah satu SUV paling sukses dalam sejarah merek tersebut. (*)
