Minggu, 27 November 2022

Pemicu Alergi Bisa Macam-macam, Kenali Jenisnya

Berita Terkait

Ilustrasi: Alergi (Istimewa)

batampos – Pemicu alergi bisa bermacam-macam. Mengenali salah satunya akan membuat penanganan alergi menjadi mudah.

Alergi juga tidak hanya sebatas gatal-gatal di kulit. Alergi juga bisa terjadi pada sistem pernapasan.

Di Indonesia, angka kejadian alergi berkisar antara 20-64 persen. Laporan Omnibus survey yang dilakukan Nielson di tahun 2005 mencatat gejala alergi yang umum dijumpai berupa alergi kulit dan rinitis alergi yang mencapai 24 persen.

Insidensi dermatitis atopi di Indonesia di angka 23,67 persen. Urtikaria dan rinitis alergi merupakan penyakit atopik yang paling sering muncul, dengan riwayat keluarga atopik positif sebesar 60,79 persen.

Baca juga: Jadi Alergan, Jauhkan Penderita Asma dari Kecoa

Alergi merupakan suatu perubahan reaksi atau respon pertahanan tubuh yang menolak dan tidak tahan terhadap zat-zat asing pemicu alergi. Zat-zat asing tersebut disebut dengan alergen.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, mengatakan kekebalan tubuh atau antibodi menyerang apapun yang menurutnya dapat membahayakan tubuh, termasuk alergen. Namun reaksinya kadang berlebihan dan malah menimbulkan hal-hal kurang nyaman bagi penderitanya.

“Alergi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien. Ada beberapa cara alergen masuk ke dalam tubuh,” jelasnya.

Baca juga: Begini Cara Memanfaatkan Lengkuas

Alergi disebabkan oleh alergen. Terjadinya lewat inhalan (saluran napas), ingestan (saluran cerna), injektan (suntikan) dan kontak langsung dengan kulit. Respons pada alergi bisa berbeda-beda, tergantung dari sumber alergen dan bagaimana cara alergen itu masuk ke tubuh.

Reaksi alergi yang umum dijumpai, tambahnya, bisa berupa alergi kulit seperti urtikaria atau biduran dan alergi pernafasan berupa rinitis alergi.

Prof. Iris menambahkan, gejala atau reaksi alergi memiliki tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari yang umum sampai yang parah (anafilaksis).

Reaksi umum alergi bisa berupa bersin dan hidung gatal, berair atau tersumbat (rinitis alergi); mata gatal, merah, berair (konjungtivitis); sesak napas dan batuk; ruam merah yang menonjol dan gatal; bibir, lidah, mata atau wajah bengkak; sakit perut, merasa sakit, muntah atau diare; kulit kering, merah dan pecah-pecah.

Pengobatan yang tepat untuk penderita alergi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal ini diungkapkan Jeff Lai, Country Division Head Pharmaceuticals Bayer Indonesia melalui Incidal-OD secara virtual, Kamis (6/10).

”Seperti yang kita ketahui pengobatan yang tepat meningkatkan kualitas hidup pasien, tidak hanya lewat penyediaan akses tetapi juga aktif memberikan edukasi terkait alergi kepada masyarakat,” katanya.

Maka dari itu, manajemen alergi yang tepat sejak dini sangat dibutuhkan. Salah satu bentuknya dapat dilakukan sendiri yaitu dengan mengubah gaya hidup. (*)

Reporter : JPGroup

Update