Senin, 3 Oktober 2022

Pachinko Drakor Terbaik 2022, Kisah Sunja Lewati Masa Sulit di Korea dan Jepang

Berita Terkait

Ini 5 Etika Berwisata bagi Pelancong

Tur Kerajaan Ternyata Anggota Kerajaan Dapat Gaji

Minha Kim (Sunja) dan Lee Min Ho (Hansu). Sunja yang jadi tulang punggung keluarga menjalin hubungan singkat dengan Hansu hingga hamil, tanpa tahu Hansu sudah memiliki keluarga di Jepang. (Instagram/@dramakoreapachinko)

batampos – Serial drama Korea Pachinko dinilai sebagai salah satu drama Korea (drakor) terbaik di 2022. Dibintangi Lee Min Ho dan Minha Kim mengisahkan perjuangan perempuan(Sunja) melalui masa sulit di Korea dan Jepang. Drakor ini juga bercerita tentang keteguhan para pendatang, serta sejarah Korea-Jepang.

Bagi Yangjin dan Hoon, Sunja adalah mukjizat. Setelah serangkaian keguguran dan kematian tiga putranya, putri semata wayang mereka bertahan hidup. Tekad hidup yang kuat itu mengantar Sunja melalui masa sulit dan situasi yang tidak tertebak.

Sunja kecil (Yu-na) dikenal sebagai gadis berwajah bulat yang mudah tersenyum. Pendiam, tetapi keras kepala. Dia besar di pondok kecil milik orang tuanya di tepi lautan Busan. Walau hidup sulit di bawah kependudukan Jepang di awal 1910-an, ayah dan ibunya memperlakukan Sunja penuh kasih sayang. Namun, takdir tak selalu baik pada Sunja.

Baca juga:Intan Nuraini Berbagi Tips Sehat selama Ramadan, Rutin Minum Susu Segar

Saat masih anak-anak, dia kehilangan ayahnya. Sunja remaja (Kim Min-ha) pun menjadi tulang punggung keluarga bersama sang ibu, Yangjin (Jeong In-ji). Mereka, dibantu saudari Shin, melayani tamu dan merawat pondokan. Takdir jugalah yang mengantarnya bertemu Koh Hansu (Lee Min-ho), pemborong Jepang keturunan Korea yang tegas dan adil.

Pertemuan Sunja dan Hansu yang tak sengaja berlanjut menjadi hubungan yang singkat. Sunja mengandung anak Hansu, tanpa tahu bahwa kekasihnya telah memiliki keluarga di Jepang. Namun, hidup terus berjalan. Pendeta Korea Utara Baek Isak (Noh Sang-hyun) dengan sukarela menikahinya. Mereka pun pindah ke Jepang dengan impian hidup makmur sebagai pendeta.

Lagi-lagi, harapan Sunja pupus. Di Jepang, mereka tetap hidup melarat. Dengan keuletan dan keras kepalanya, Sunja tidak menyerah. Ditemani kakak Isak Baek Yoseb (Han Joon-woo) dan istrinya Kyunghee (Jung Eun-chae), Sunja dan Isak bersusah payah bertahan hidup. Keteguhan itu mengantar mereka bertahan hingga generasi-generasi selanjutnya.

Kini, Sunja (Youn Yuh-jung) telah menjadi seorang nenek. Putranya, Baek Mozasu, menjadi pebisnis pachinko (mesin judi yang serupa dengan permainan pinball) yang sukses. Cucu semata wayangnya, Baek Solomon (Jin Ha) hidup mapan. Setelah lulus dari Yale University, dia bekerja di Amerika Selatan.

Solomon ’’pulang” ke Osaka untuk mendekati calon partner bisnisnya, yang punya latar belakang mirip dengannya: seorang keturunan Jepang-Korea, dan menjalankan bisnis pachinko. Zaman berganti, tapi Sunja, putra, dan cucunya tetap menghadapi tantangan yang sama. Identitas mereka selalu dipertanyakan, kapan pun dan di mana pun.

Sejak dirilis pada akhir Maret lalu, Pachinko mendapat sambutan hangat kritikus. Serial adaptasi novel Min Jin Lee itu dinilai sebagai salah satu drama Korea terbaik di 2022. ’’Penggambaran hidup yang kaya ada dan digambarkan dengan tepat di Pachinko,’’ tulis Ian Freer, kontributor Empire. Sementara itu, dalam ulasannya di Los Angeles Times, Robert Lloyd menilai, Pachinko adalah serial melodrama yang apik.

Dengan tema yang kompleks dan skala cerita yang besar, Pachinko sulit disandingkan dengan serial Korea lainnya saat ini. Penulis naskah Soo Hugh mengadaptasi novel dalam delapan episode tanpa mengurangi esensi cerita. Kisah perjuangan perempuan, keteguhan para pendatang, serta sejarah Korea-Jepang dirangkum apik di alur maju-mundur yang dinamis. Pachinko juga menyiratkan harapan hidup kuat meski tidak ditunjukkan lewat dialog bersemangat atau wajah penuh senyum.

Walau fokus pada keluarga Korea, sutradara Konogada menilai, Pachinko memiliki kisah yang universal. ’’Bahkan, sampai hari ini pun, keluarga harus mengambil pilihan untuk bertahan hidup. Keteguhan dan kegigihan akan terus menjadi tugas abadi buat kita,’’ paparnya. Sementara itu, penulis naskah Soo Hugh menyatakan, Pachinko akan punya musim selanjutnya. ’’Masih ada begitu banyak cerita tersisa dari delapan episode yang kami punya,’’ paparnya.

TRIVIA PACHINKO

• Youn Yuh-jung mengaku grogi menjelang casting. Dia sengaja menolak seluruh naskah yang sudah masuk demi mendalami peran Sunja.

• Setelah resmi mendapat peran Baek Solomon, Jin Ha langsung menghubungi pelatih dialek Kang Yu-mi. Dia melakukan riset linguistik mendalam yang dinilainya setara dengan tesis doktoral.

• Pachinko digarap dengan bujet KRW 100 miliar (Rp 1,17 triliun). Skala produksinya pun besar. Tim desain menggarap replika pasar ikan Korea di era kependudukan Jepang, lengkap dengan 1,5 ton sari laut.

• Lee Min-ho menjelaskan, ketika mempelajari sejarah Korea-Jepang, dia sempat merasa tertekan melihat foto penduduk Korea yang nyaris tak pernah terlihat tersenyum.

• Min-ho menilai, beberapa adegan di episode ketujuh adalah yang paling menguras emosi baginya.

• Kim Min-ha menceritakan, di adegan Sunja berbagi nasi dengan sang ibu, dia tidak bisa berhenti menangis. Dia mengaku sempat beberapa kali menangis saat melihat semangkuk nasi di set syuting.

• Soji Arai, pemeran Baek Mozasu, adalah keturunan ketiga Zainichi, sebutan untuk keturunan Korea yang tinggal atau berkewarganegaraan Jepang. Kedua orang tua Arai berkebangsaan Korea, tetapi dia lahir ketika mereka telah tinggal di Jepang. (*)

Reporter: jpgroup

Update