Rabu, 17 April 2024

Mengenal Konsep Rumah Berkelanjutan untuk Hunian Sehat dan Lingkungan Lebih Bersih

Berita Terkait

Tips Mengatasi Anak yang Mengalami Tantrum

Peradangan Gusi Bisa Diobati di Rumah

Mande Austriono, Arsitek bersama dengan Arlisa Ardhiani, pada booth Beko di gelaran IndoBuildTech Hall 5B-1A, yang berlangsung pada 22-27 Maret 2022 di ICE BSD. foto-foto: Beko

batampos – Krisis lingkungan saat ini tengah menjadi perhatian kita bersama. Inilah mengapa konsep berkelanjutan menjadi langkah yang perlu diterapkan di berbagai sendi kehidupan, tak terkecuali di lingkungan rumah. Home appliances brand asal Turki, Beko, berkomitmen untuk mendukung penggunanya menjalani hidup yang lebih sehat serta berkelanjutan.

Hal ini diwujudkan Beko melalui inovasi dan inisiatif yang dilakukan perusahaan, salah satunya dengan menghadirkan rangkaian produk rumah tangga yang memungkinkan penggunanya untuk hidup sehat dan berkelanjutan.

“Kita terhubung dengan bumi dan alam tempat kita tinggal. Karenanya, kesehatan diri dan juga lingkungan memiliki keterkaitan dan saling bergantungan satu sama lain. Setiap aksi dan keputusan yang kita pilih, memberikan dampak besar pada keberlangsungan lingkungan di masa depan. Menghadirkan produk rumah tangga yang ramah lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan, menjadi langkah yang Beko ambil sebagai perusahaan. Karena kami percaya, menjalani hidup yang sehat hanya mungkin dilakukan di planet yang sehat,” ungkap Country General Manager Beko Indonesia, Ali Cagri Gonculer.

Memulai langkah untuk lebih peduli pada lingkungan penting untuk segera dilakukan, dimulai dari rumah. Rumah dengan konsep berkelanjutan adalah rumah yang meminimalisir dampak negatif pada lingkungan. Caranya adalah dengan menerapkan efisiensi energi, mengurangi sampah dan racun lingkungan, serta penggunaan bahan dan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Bukan hanya berdampak baik pada lingkungan, penerapan rumah berkelanjutan juga memberikan dampak ekonomi, fisik dan psikologis yang baik bagi para penghuninya.

“Rumah memiliki peran penting dalam kehidupan, tak hanya sebagai tempat tinggal, rumah juga menjadi tempat bagi pemiliknya untuk terus bertumbuh. Menerapkan konsep rumah berkelanjutan memungkinkan pemiliknya untuk bukan hanya lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan dengan melakukan penghematan energi dan mengurangi produksi limbah, tapi juga memberi dampak secara ekonomi dan juga sosial. Secara ekonomi artinya rumah berkelanjutan memikirkan dengan cermat biaya terkait renovasi dan penggunaan energi dalam jangka panjang. Sementara secara sosial artinya, rumah dirancang untuk memberi rasa aman, fleksibilitas dan kenyamanan lebih bagi penghuninya, dari berbagai kemampuan dan pada tahap kehidupan yang berbeda,” jelas Arsitek, Mande Austriono.

Menerapkan rumah berkelanjutan bukan sekadar tentang pemilihan bahan atau perangkat rumah tangga, tapi juga kesadaran yang tercermin dari aktivitas para penghuninya. Mande juga membagikan beberapa langkah mudah untuk memulai penerapan rumah berkelanjutan:

1. Manfaatkan Sinar Matahari
Sebagai sumber daya alam yang memiliki banyak manfaat, mengorientasikan rumah agar mendapat cahaya matahari dengan maksimal memiliki sejumlah manfaat. Pemanfaatan cahaya matahari dapat meminimalisir penggunaan lampu di siang hari dan tentunya hemat energi. Selain itu, paparan sinar matahari juga membantu membunuh virus dan bakteri yang ada di sekitar rumah.

Terinspirasi dari manfaat sinar matahari, Beko HygieneShield Cabinet UV Sterilizer hadir dengan teknologi UVC yang dapat membunuh 99,99% bakteri dan virus termasuk Human coronavirus 229E yang tengah mewabah, juga Eschercia choli, Staphylococcus aureus yang mungkin menempel di berbagai objek dari luar maupun dalam rumah seperti smartphone, kunci mobil, dompet, hingga kemasan makanan. Hadir dengan desain yang ringkas, produk ini sangat cocok ditempatkan dimanapun di area rumah.

2. Ruang Modular
Konsep modular dalam desain ruang dilakukan dengan memanfaatkan sebuah perangkat untuk beberapa fungsi sekaligus. Misalnya menjadikan ranjang sekaligus sebagai lemari. Selain dapat memaksimalkan ruang yang terbatas, penerapan konsep ini juga membutuhkan bahan konstruksi yang minimal. Ini tentu bermanfaat bagi lingkungan sebagai sumber material.

3. Bijak Mengolah Sampah
Meski terlihat sederhana, faktanya memilah dan mengolah sampah dari rumah memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan kita. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tahun 2021, sebanyak 42,3% sampah di Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga dan 55,5% nya adalah sampah sisa makanan, sampah plastik serta sampah kertas atau karton. Membiasakan diri memiliah sampah, dan mengurangi sampah makanan menjadi langkah yang perlu segera dilakukan.

Lemari es Beko hadir dengan teknologi HarvestFresh, yang mampu menstimulasikan 3 sinar matahari dalam perangkat, untuk menjaga nutrisi dan vitamin pada sayur dan buah. Sementara teknologi EverFresh+ membantu menjaga kesegaran buah dan sayur 3x lebih lama. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan sayur dan buah lebih lama, untuk dapat dikonsumsi dengan tetap nutrisi yang tetap terjaga, sekaligus mengurangi produksi sampah makanan rumah tangga.

4. Perangkat Hemat Energi, Pilihan Hakiki
Menggunakan perangkat rumah tangga yang hemat energi, adalah langkah perubahan kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan.

BACA JUGA: Spandek Metal untuk Secondary Skin, Membuat Tampilan Hunian Unik

AC Inverter Beko yang sudah menggunakan R32 Refrigeran dan memiliki EER (energy efficiency rating) tinggi yaitu EER 16.11 untuk yang 1.5 PK dan EER 15.75 untuk yang 1 PK. Tidak hanya itu, AC Beko pun memiliki sertifikasi 4 Star Energy Label, yang menandakan AC Beko ramah terhadap energi serta lingkungan. Tidak hanya itu, mesin cuci Front Load Beko memiliki teknologi Daily Xpress yang mampu menyelesaikan cucian dengan kapasitas penuh dalam 28 menit serta lebih menghemat air. Tidak hanya mesin cuci, Heat Pump Dryer yang dimiliki Beko pun sangat hemat energi (900 watt) serta memiliki teknologi IronFinish sehingga pakaian tidak perlu disetrika setelah kering.

Tak hanya menghadirkan rangkaian produk yang ramah lingkungan, Beko juga telah menerapkan 100% kemasan daur ulang, yang juga dapat digunakan kembali pada kemasan produk kulkas dan small domestic appliances karton-nya. Berbagai inisiatif dari Beko pun telah diakui secara global melalui sejumlah penghargaan yang diterima. Terbaru, Beko menempati peringkat 20, perusahaan yang memberikan dampak positif di 2022. Pengakuan ini diberikan oleh The Real Leaders 200 Top Impact Companies Awards.

“Bagi masyarakat yang ingin merasakan dan melihat langsung rangkaian produk Beko yang ramah lingkungan dan menudukung hidup sehat, masyarakat dapat mengunjungi booth Beko di gelaran IndoBuildTech Hall 5B-1A, yang berlangsung pada 22-27 Maret 2022 di ICE BSD,” tambah Marketing Manager Beko Indonesia, Arlisa Ardhiani. (*)

Reporter: JP Group 

Update