Rabu, 29 April 2026

Lindungi dari Penyalahgunaan AI, Taylor Swift Ajukan Pendaftaran Merek Dagang Suara dan Fotonya

Berita Terkait

Arsip foto Taylor Swift di akun Instagram pribadinya. (Akun Instagram @taylorswift)

batampos – Demi melindungi identitasnya sebagai penyanyi, Taylor Swift dikabarkan mengajukan permohonan pendaftaran merek dagang untuk suara dan fotonya.

Langkah hukum baru ini diperkirakan bertujuan untuk melindungi Taylor Swift dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menurut Variety pada Senin (27/4), perusahaan Swift pada Jumat (24/4) mengajukan tiga permohonan merek dagang ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.

Baca juga: Film “Michael” Catatkan Penjualan Tiket Bioskop Terbaik Sepanjang Masa

Permohonan pendaftaran merek dagang yang diajukan mencakup suara Swift saat mengucapkan “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor” serta visual Taylor Swift dalam satu foto.

Foto tersebut memperlihatkan Swift memegang gitar merah muda bertali hitam, mengenakan pakaian berkilau warna-warni, dan sepatu bot perak di panggung merah muda di depan mikrofon dengan latar cahaya ungu.

Permohonan pendaftaran merek dagang yang diajukan atas nama TAS Rights Management milik Swift ditemukan oleh pengacara kekayaan intelektual Josh Gerben dari Gerben IP.

Menurut Gerben, permohonan merek dagang tersebut mencerminkan peningkatan kekhawatiran di kalangan pelaku industri hiburan terhadap potensi bahaya penyalahgunaan kecerdasan artifisial atau AI untuk mengambil alih kendali atas suara dan kemiripan wajah artis tanpa persetujuan mereka.

Baca juga: Teaser Lemonade Dirilis, Aespa Siap Hadir dengan Konsep Paling Ambisius

“Secara teori, jika gugatan diajukan atas penggunaan suara Swift oleh AI, ia dapat mengklaim bahwa setiap penggunaan suara yang menyerupai merek dagang terdaftar melanggar hak merek dagangnya,” tulis Gerben.

Permohonan pendaftaran merek dagang Swift ini diajukan setelah langkah serupa yang dijalankan oleh pengacara aktor Matthew McConaughey membuahkan hasil.

Secara historis, merek dagang tidak dirancang untuk melindungi penampilan, suara, atau persona seseorang.

Namun, tim hukum McConaughey mengusung teori bahwa perlindungan merek dagang semacam ini dapat memberikan jalur hukum tambahan di luar klaim hak publisitas tradisional untuk melawan konten buatan AI yang menyalahgunakan kemiripan seseorang.

Kemiripan terhadap penampilan Swift telah digunakan tanpa izin dalam berbagai konten palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Pengajuan merek dagang Swift dilakukan setelah pengacara McConaughey mengamankan merek dagang serupa.

Baca juga: Lionsgate Ungkap Ide Baru John Wick 5, Sodorkan Cerita Lebih Segar

Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada 2025 memberikan delapan merek dagang untuk aktor tersebut, termasuk merek suara pada audio McConaughey saat mengatakan “Alright, alright, alright!” dalam film komedi “Dazed and Confused” tahun 1993 serta klip audio serta video dirinya.

Para pengacara di balik strategi “merek dagang diri sendiri” McConaughey meyakini langkah ini dapat memberi tambahan senjata hukum saat aktor menghadapi replika AI yang memanfaatkan citra dan kemiripan dengannya tanpa izin. (*)

Sumber: Antara

Update