Senin, 28 November 2022

Kanker Payudara Bisa Terjadi pada Pria, Kenali Gejalanya

Berita Terkait

batampos – Kanker payudara biasanya menyerang kaum perempuan. Namun penyakit ini bisa juga menyerang lelaki, meskipun jumlahnya relatif sedikit 1:100.

Umumnya, kanker payudara pada laki-laki ditemukan di usia lanjut. Gejalanya sama seperti perempuan, yakni muncul benjolan di payudara.

Mengingat ukuran payudara laki-laki umumnya lebih kecil, benjolan itu bisa lebih mudah dideteksi.

Benjolan yang harus diwaspadai adalah benjolan yang terus membesar dan batas permukaannya terasa tidak jelas, tidak seperti meraba sebuah kelereng.

Selain melakuan pemeriksaan payudara sendiri, setiap orang dapat mengurangi risiko terkena kanker dengan cara menjaga gaya hidup sehat.

Salah satunya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang dimasak dengan cara menyehatkan. Batasi makanan manis, makanan berlemak serta kurangi konsumsi makanan yang digoreng dan dibakar.

Baca juga: Ingat…, Makan Buah dan Sayur secara Rutin Bisa Kurangi Risiko Kanker

Bertepatan dengan bulan Oktober sebagai bulan kesadaran kanker payudara, sejumlah institusi kesehatan menggugah kesadaran para perempuan terutama untuk aware pada penyakit ini. Karena penyakit kanker payudara masih menjadi penyakit ganas nomor 1 yang menyerang perempuan Indonesia, seperti dikutip ANTARA.

Langkah awal yang tepat untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri. Apakah pemeriksaan hanya untuk perempuan dewasa?

Tidak perlu menunggu sampai tua sebelum berinisiatif untuk memeriksa payudara meski penyakit ini lebih berisiko untuk perempuan yang berumur.

Deteksi dini penting untuk dilakukan demi menekan angka kasus di mana pasien baru datang saat penyakit sudah memburuk. Semakin lambat ditangani, pengobatan pun kian panjang.

Setelah menstruasi, remaja boleh belajar memeriksa payudara sendiri pada hari ketujuh hingga kesepuluh setelah hari pertama menstruasi. Jika ada benjolan, segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan oleh tenaga medis untuk hasil yang lebih tepat.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan USG atau ultrasonografi yang disarankan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun.

Sementara itu, alat skrining utama yang sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram yang ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas.

Bra kawat ada kaitannya dengan kanker payudara?

Anggapan pemakaian bra berkawat dalam menyokong payudara dapat memicu kanker adalah mitos belaka. Sama sekali tidak ada hubungan antara bra dan kanker payudara.

Bra adalah pakaian dalam yang berfungsi untuk menyokong payudara. Apa pun jenis dan bahan bra, semua kembali lagi kepada kenyamanan pemakai. (*)

Reporter : Antara

Update