Minggu, 16 Juni 2024

Ini Penjelasan Ilmiah Soal Tidak Makan Nasi Selama Satu Bulan & Berat Badan

Berita Terkait

Ilustrasi tidak makan nasi selama satu bulan efektihkah
turunkan berat badan? (f. jawapos)

batampos – Tidak makan nasi sering dijadikan jalan keluar paling praktis untuk menurunkan berat badan.

Sebagai makanan pokok di kawasan Asia, nasi memang jadi kebutuhan utama saat makan. Meskipun ada banyak jenis karbohidrat lainnya, tidak makan nasi dalam satu hari rasanya
ada yang kurang.

Bahkan ada istilah belum makan nasi, diibaratkan belum makan. Padahal dalam satu harian sudah mengonsumsi mi atau olahan beras lainnya seperti lontong atau ketupat.

Baca juga: Air Cucian Beras Ternyata Ampuh Cegah Penuaan Dini

Program diet di Indonesia banyak yang menyarankan mengurangi nasi dengan menambahkan lebih banyak sayuran dan protein.

Maish berkaitan dengan penurunan berat badan, benarkah tidak mengonsumsi nasi dalam satu bulan (misalnya) dapat menurunkan berat badan secara signifikan.

Hasil studi yang dilansir dari laman News18 pada Senin, (27/05) menuliskan tidak mengonsumsi nasi selama satu bulan bisa menurunkan berat badan. Penelitian ini dilakukan oleh ahli nutrisi India di Sri Balaji Action Medical Institute.

Penelitian ilmiah menyebutkan nasi adalah sumber pati dan berbagai nutrisi lainnya. Hanya saja mengonsumsi nasi secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan
peningkatan kadar gula darah.

Satu bulan tanpa nasi bisa membantu dalam proses penurunan berat badan, namun dengan catatan bahan pengganti nasi bukanlah bahan yang memiliki kalori dan kandungan gula yang sama seperti nasi.

Baca juga: Sit Up hingga Lompat Tali, Bakar Lemak Perut Lebih Cepat

Tidak mengonsumsi nasi bisa menghentikan asupan gula dalam darah. Jika tubuh secara konsisten kekurangan asupan gula, maka tubuh akan memulai pembakaran lemak.

Apabila seseorang ingin kembali mengonsumsi nasi setelah sekian lama tidak makan nasi, ada catatan penting yang harus diperhatikan. Mulailah konsumsi nasi dengan porsi kecil secara bertahap.

Mengonsumsi nasi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya setelah berpuasa nasi, bisa menyebabkan lonjakan kadar gula dalam darah yang signifikan.

Ada baiknya, jika akan kembali mengonsumsi nasi atau gula, gunakan porsi yang kecil dengan kombinasi sayur dan protein yang lebih banyak.

Mengonsumsi sedikit nasi setelah lama berpuasa gula tidak akan menyebabkan tubuh mengalami kenaikan gula darah secara signifikan.

Seseorang yang biasa menjadika nasi sebagai makanan utama bisa kehilangan asupan vitamin B apabila memutuskan berhenti makan nasi.

Imbangi pola makan dengan mengombinasikan berbagai sayur dan buah agar tidak kehilangan vitamin B yang ada dalam nasi.

Baca juga: Protein Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Meniadakan nasi dalam menu makan bisa menyebabkan penurunan massa otot pada kasus ekstrem.

Tujuan dari tidak makan nasi adalah untuk membakar lemak, bukan mengurangi kadar protein.

Pada kasus ekstrem, ketika tubuh tidak memiliki cadangan bahan bakar energi seperti lemak, tubuh akan memulai membakar protein yang menyebabkan penurunan massa otot.

Sehingga ada baiknya jika melakukan diet tanpa nasi, nutrisi seperti vitamin, serat, dan protein mulai diperbanyak agar tubuh tetap sehat seimbang. (*)

Sumber: Jpgroup

Update