
batampos – Motor Company mengumumkan rencana peluncuran tujuh kendaraan baru untuk pasar Eropa hingga 2029. Langkah ini menjadi strategi besar perusahaan asal Amerika Serikat tersebut untuk menghidupkan kembali penjualan di tengah persaingan ketat dengan produsen mobil Tiongkok seperti BYD dan Chery.
Tujuh model baru itu terdiri dari lima mobil penumpang dan dua kendaraan komersial. Ford menyebut seluruh lini kendaraan tersebut akan dikembangkan melalui platform global baru bertajuk Ready-Set-Ford, yang berfokus pada kendaraan performa, SUV, serta kendaraan kerja modern.
Lima mobil penumpang yang disiapkan mencakup hatchback listrik berukuran kecil, SUV listrik kompak, dua crossover multi-energi, serta SUV baru dari keluarga Ford Bronco. Beberapa model akan hadir dalam versi hybrid maupun full electric.
Salah satu model yang paling disorot adalah SUV kompak Bronco yang akan diproduksi di Valencia, Spanyol mulai 2028. Selain itu, Ford juga menyiapkan hatchback listrik kecil dengan desain bergaya reli yang mengusung konsep “race-to-road” untuk pasar perkotaan Eropa.
Di segmen kendaraan komersial, Ford akan menghadirkan Ranger Super Duty serta van listrik urban generasi terbaru sebagai upaya mempertahankan dominasinya di pasar kendaraan niaga Eropa.
Presiden Ford Eropa, Jim Baumbick, mengatakan strategi elektrifikasi harus tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen di masing-masing negara.
“Target emisi karbon harus menyesuaikan kebutuhan konsumen dan kondisi infrastruktur, termasuk tetap mendukung teknologi hybrid dan extended-range EV,” ujar Baumbick, dikutip dari Reuters, Jumat (22/5).
Ford juga menegaskan ingin mempertahankan posisi kuat di segmen kendaraan komersial yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan di Eropa.
Namun, perusahaan asal Detroit itu turut mengkritik kebijakan Uni Eropa yang dinilai terlalu fokus pada kendaraan listrik penuh, tanpa memberi ruang lebih luas bagi teknologi hybrid.
Rencana Ford ini mendapat respons beragam. Sebagian konsumen menyambut positif langkah investasi baru tersebut, namun sebagian lainnya menyayangkan karena model yang disiapkan lebih banyak berupa SUV dan crossover, bukan hatchback klasik seperti Fiesta atau Focus.
Sementara itu, sejumlah rumor menyebutkan kemungkinan kembalinya Ford Fiesta dalam versi listrik melalui kerja sama dengan Renault. Namun, hingga kini Ford belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal tersebut. (*)
