Rabu, 17 Agustus 2022

Flu Singapura, Gejala dan Mencegahnya

Berita Terkait

Prebiotik Bisa Halau Jerawat

Ternyata Nikotin Bisa Bantu Kurangi Rasa Depresi

batampos– Flu Singapura kini ramai diperbincangkan. Para orang tua khawatir penyakit ini meluas dan menulari anak mereka.

Dokter Spesialis Anak DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan penyakit flu Singapura dalam istilah medis sama dengan Hand Foot and Mouth Diseases (HFMD). Menurutnya, penyakit ini terkait dengan kebersihan dan juga kesehatan lingkungan. “Mencegahnya cuci tangan dan menghindari kontak dengan orang yang sakit,” kata dr. Ariani, Rabu (18/5).

PROKES: Anak-anak harus dipastikan rajin mencuci tangan untuk menekan persebaran virus hepatitis akut. Mencuci tangan juga menjadi salah satu cara untuk mencegah flu Singapura (Frizal/Jawa Pos)

Menurutnya penyakit ini adalah penyakit musiman. Salah satu hal yang sedikit mengkhawatirkan, kata dia, anak-anak yang tertular seringkali tak mau makan.”Yang kadang mengkhawatirkan adalah karena anak tidak mau makan sama sekali kalau banyak sariawan, sehingga risiko kurang gizi dan dehidrasi,” jelasnya.

Dalam laman Kementerian Kesehatan, flu Singapura dikenal dengan Hand Foot and Mouth Diseases (HFMD) atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (TKM), sudah ada sejak tahun 1957 dan pertama kali muncul di Toronto, Kanada.

Orang yang menderita penyakit ini menularkan penyakit selama minggu pertama mengalami sakit. Virus yang menyebabkan Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut dapat ditemukan pada sekresi hidung dan tenggorokan (seperti air liur, dahak, atau lendir hidung), cairan blister (lepuh), dan feses (kotoran) orang yang terinfeksi.

BACA JUGA: Tak Hanya Menyehatkan Tulang, Vitamin D Juga Bisa Mengurangi Risiko Flu

Penyakit ini, menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui kontak langsung seperti berciuman, berpelukan, atau menggunakan peralatan makan yang sama, batuk dan bersin, kontak dengan kotoran (saat mengganti popok), kontak dengan cairan blister, dan menyentuh benda atau permukaan yang mengandung virus.

Pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya adalah selalu mencuci tangan dengan air dan sabun, selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hindari kontak langsung seperti berpelukan dan tidak menggunakan perlatan makan yang sama dengan orang yang terinfeksi. (*)

reporter: jpgrup

 

Update