Selasa, 21 Mei 2024

Film The 33, Kisah Nyata 33 Orang Penambang Terjebak di Bawah Tanah Dua Bulan Lebih

Berita Terkait

Poster film The 33. (Imdb)

batampos – The 33 merupakan film bergenre survival garapan sutradara Patricia Riggen bersama rumah produksi Alcon Entertainment, Phoenix Pictures, RatPac-Dune Entertainment, Warner Bros. Pictures, Serta 20th Century Fox.

Film The 33 yang ditulis oleh Mikko Alanne, Craig Borten dan Michael Thomas ini, sejatinya diangkat dari kisah nyata tentang sebuah kecelakaan pertambangan di Chili pada 2010 silam.

Konon, kala itu ada sebanyak 33 orang penambang yang terjebak di bawah tanah, setelah terjadi sebuah ledakan besar di Pertambangan San Jose. Mereka bertahan di antara hidup dan mati selama lebih dari dua bulan.

Baca Juga:Pahami Aturan Bermain Medsos biar Bisa Lindungin Hak Privasi Anak

Cerita The 33 berlatar di sebuah kota kecil di Chili yakni Copiapo. Sebagian besar penduduk Copiapo menggantungkan hidupnya pada perusahaan pertambangan terbesar yang ada di sana.

Salah satu dari sekian banyak penambang itu, adalah tokoh Mario (Antonio Banderas). Seorang suami dari istrinya Katty dan ayah bagi putrinya, Escarlette.

Sejujurnya, Mario dan kawan-kawan tak cukup merasa nyaman dengan bekerja sebagai penambang di perusahaan itu. Pasalnya, mereka juga menghawatirkan keselamatannya saat bekerja menggali bumi.

Meski begitu, mereka tetap menjalankan tugasnya demi menghidupi keluarganya di rumah. Hingga kemudian, tibalah sebuah momen yang selama ini hanya menjadi kekhawatiran, benar-benar terjadi.

Saat sedang bekerja di kedalaman 622 meter, sebuah ledakan terjadi di tambang itu. Ledakan yang amat dahsyat itu, terasa sampai ke luar dan menutup seluruh akses jalur masuk dan keluar pertambangan.

Sebanyak 33 penambang terjebak di dalam tanah, termasuk Mario. Semua pihak di kota itu bergegas melakukan evakuasi, namun terkendala jaringan komunikasi yang terputus. Ditambah lagi, para penambang tak membawa kebutuhan medis dan logistik yang cukup.

Mario yang didapuk sebagai pemimpin, berpikir keras dan melakukan segala cara agar timnya dapat bertahan hidup sementara perbekalan kian hari kian menipis. Kondisi di bawah tanah itu juga amat panas dan menyengat.

Sementara dari luar, semua pihak berusaha melakukan apapun untuk mengevakuasi Mario dan kawan-kawan. Proses penyelamatan itu berlangsung sangat alot dan sulit, para penambang terjebak selama lebih dari dua bulan.

Saking ngerinya, bencana ini lantas menjadi sorotan dunia. Keluarga para penambang setiap hari menunggui di area pertambangan, harap-harap cemas keselamatan keluarganya di bawah sana.

Akhirnya, 33 penambang itu berhasil diselamatkan di hari ke-92. Proses evakuasi berlangsung amat dramatis dan haru. (*)

Reporter: jp group

Update