
batampos – Penyanyi Dua Lipa memperluas kiprahnya di dunia literasi dengan meresmikan Manifesto Library, sebuah perpustakaan permanen yang didedikasikan bagi buku-buku yang pernah disensor atau dilarang di berbagai negara.
Dikutip dari People dan Service95, Senin (6/7), perpustakaan tersebut dibuka pada 27 Juni 2026 melalui kolaborasi antara Service95 Book Club dan toko buku bersejarah Livraria Lello di Kota Porto, Portugal, sebagai bagian dari festival sastra BABELL – City of Books.
Manifesto Library menjadi wujud fisik pertama dari Service95 Book Club, komunitas membaca yang didirikan Dua Lipa. Melalui proyek ini, ia ingin menyediakan ruang bagi pembaca dan penulis dari berbagai latar belakang sekaligus mengangkat pentingnya kebebasan berekspresi melalui karya sastra.
Perpustakaan tersebut menyimpan 100 buku pilihan yang sebagian besar pernah menghadapi pelarangan, penyensoran, atau memicu perdebatan di sejumlah negara.
Seluruh koleksi dibagi ke dalam empat tema utama, yakni power (kekuasaan), control (kendali), voice (suara), dan memory (ingatan).
Beberapa karya yang menghiasi rak perpustakaan berasal dari penulis ternama seperti George Orwell, Margaret Atwood, Salman Rushdie, Alice Walker, hingga Olga Tokarczuk.
“Manifesto Library merupakan penghormatan bagi buku-buku yang pernah menghilang, para penulis yang berani membongkar struktur kekuasaan dan kontrol, serta para pembaca yang menolak diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca,” ujar Dua Lipa.
Ia juga mengajak pengunjung ikut menentukan buku-buku yang layak menjadi bagian dari koleksi perpustakaan tersebut.
Menurutnya, ketika sebuah buku disensor, yang hilang bukan sekadar sebuah cerita, melainkan kesempatan masyarakat untuk bertanya, berimajinasi, dan memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Karena itu, Manifesto Library diharapkan menjadi ruang yang mendorong dialog, pemikiran kritis, serta keberanian mengeksplorasi gagasan-gagasan yang menantang arus utama.
Kolaborasi dengan Livraria Lello juga memiliki makna tersendiri. Toko buku yang berdiri sejak 1906 itu dikenal sebagai salah satu toko buku paling ikonik di dunia sekaligus destinasi wisata sastra di Portugal.
Melalui kehadiran Manifesto Library di lokasi tersebut, Service95 berharap semakin banyak pengunjung dapat mengakses karya-karya penting yang pernah menghadapi sensor maupun pelarangan.
Peresmian Manifesto Library semakin menegaskan peran Dua Lipa sebagai pegiat literasi. Sejak meluncurkan Service95 dan Service95 Book Club, ia aktif mempromosikan karya sastra dari berbagai negara melalui rekomendasi buku, wawancara penulis, hingga diskusi mengenai isu sosial, budaya, dan kebebasan berekspresi. (*)
