
batampos – Alpine mulai mengungkap penerus mobil sport legendaris A110 yang akan meninggalkan mesin bensin dan beralih sepenuhnya ke tenaga listrik.
Pabrikan asal Prancis itu memperkenalkan prototipe A110 Future, yang diklaim sebagai mobil sport listrik (EV) sejati pertama di dunia.
Dikutip dari WhichCar dan Motor1, Minggu (5/72m), klaim tersebut didasarkan pada pengembangan mobil yang sejak awal menggunakan platform khusus kendaraan listrik, bukan hasil adaptasi dari mobil bermesin pembakaran internal.
Alpine menyebut pendekatan itu memungkinkan karakter khas A110 sebagai mobil sport ringan tetap dipertahankan meski menggunakan sistem penggerak listrik.
A110 Future menjadi cikal bakal generasi ketiga Alpine A110 yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Sebagai kendaraan pengembangan (development mule), tampilannya masih menyerupai model lama, tetapi seluruh teknologi yang digunakan merupakan rancangan baru.
Mobil ini dibangun di atas Alpine Performance Platform (APP), platform yang dirancang khusus untuk lini mobil performa listrik Alpine.
Berbeda dengan banyak mobil listrik lainnya, A110 Future tetap mengusung konfigurasi penggerak roda belakang (rear-wheel drive/RWD) dengan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang kendaraan.
Untuk menjaga karakter pengendalian, Alpine menerapkan desain split battery, yakni dua paket baterai yang diposisikan di belakang kabin. Tata letak tersebut diklaim menghasilkan distribusi bobot 40:60 sehingga mobil tetap lincah saat bermanuver.
Dari sisi teknologi, A110 Future telah menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt yang memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem 400 volt yang masih banyak digunakan saat ini.
Alpine juga membekali mobil tersebut dengan silicon carbide (SiC) inverter guna meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi bobot komponen kelistrikan.
Pabrikan itu optimistis A110 Future mampu menghadirkan sensasi berkendara yang setara, bahkan melampaui sejumlah mobil sport bermesin bensin.
Meski demikian, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah menjaga bobot kendaraan tetap ringan. Generasi A110 sebelumnya dikenal memiliki bobot sekitar 1,1 ton, sehingga mempertahankan karakter ringan menjadi fokus utama pengembangannya.
Prototipe A110 Future dijadwalkan tampil perdana dalam ajang Goodwood Festival of Speed 2026, sebelum versi produksi resminya meluncur pada 2027.
Selain A110 Future, Alpine juga berencana memperluas lini kendaraan listriknya melalui model sport A310 berkonfigurasi 2+2 yang akan menggunakan platform APP yang sama.
Klaim Alpine sebagai pembuat mobil sport listrik sejati pertama di dunia pun memicu perdebatan di kalangan pengamat otomotif. Pasalnya, pasar telah lebih dulu mengenal mobil sport listrik seperti Tesla Roadster maupun MG Cyberster.
Namun Alpine menegaskan A110 Future berbeda karena sejak tahap awal dirancang sebagai mobil sport listrik murni dengan platform khusus, bukan hasil konversi dari model berbahan bakar konvensional. (*)
