
batampos – Ferrari akhirnya resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya bernama Ferrari Luce. Peluncuran tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi produsen supercar asal Italia itu karena untuk pertama kalinya menghadirkan kendaraan full electric dalam lini produksinya.
Salah satu sorotan utama dari Ferrari Luce adalah keterlibatan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, yang dikenal sebagai sosok di balik desain iPhone dan berbagai produk ikonik Apple lainnya.
Ferrari bekerja sama dengan studio desain LoveFrom milik Jony Ive dan Marc Newson untuk merancang tampilan interior hingga arah desain keseluruhan mobil listrik tersebut.
Ferrari Luce hadir sebagai mobil lima penumpang pertama Ferrari di era modern sekaligus model empat pintu kedua dalam sejarah perusahaan.
Mobil listrik premium itu menggunakan empat motor listrik dengan tenaga lebih dari 1.000 horsepower dan mampu melaju hingga kecepatan di atas 310 kilometer per jam.
Ferrari juga mengklaim Luce mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai.
Mobil tersebut dibanderol mulai 550 ribu euro atau sekitar Rp9,7 miliar dan dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada akhir 2026.
Meski sepenuhnya bertenaga listrik, Ferrari tetap mempertahankan nuansa khas mobil sport mereka melalui suara mekanis buatan dan sensasi berkendara yang dirancang menyerupai karakter mobil bermesin konvensional.
Salah satu pembeda Ferrari Luce dibanding mobil listrik modern lainnya terlihat pada desain interiornya. Jika banyak produsen EV mengandalkan layar sentuh penuh, Jony Ive justru menghadirkan banyak tombol fisik, sakelar aluminium, dan kontrol berbasis sentuhan taktil.
Menurut Jony Ive, penggunaan layar sentuh penuh di mobil dinilai kurang ideal karena membuat pengemudi harus terus melihat layar saat berkendara.
Karena itu, filosofi desain Ferrari Luce dibuat agar pengemudi tetap bisa mengoperasikan fitur utama tanpa kehilangan fokus ke jalan.
Interior mobil menampilkan kombinasi material kaca, aluminium, dan layar OLED berlapis yang menghadirkan nuansa futuristis namun tetap mempertahankan sentuhan klasik Ferrari era 1960 hingga 1970-an.
Peluncuran Ferrari Luce dilakukan di tengah perlambatan pasar mobil listrik global. Sejumlah produsen mobil sport premium bahkan mulai mengurangi target kendaraan listrik mereka akibat permintaan pasar yang belum stabil.
Meski begitu, Ferrari tetap optimistis mobil listrik premium akan menjadi bagian penting masa depan industri otomotif dunia.
Melalui Ferrari Luce, perusahaan juga menargetkan konsumen baru, termasuk pembeli muda dan pengguna kendaraan listrik premium yang sebelumnya belum pernah memiliki Ferrari.(*)
