Rabu, 22 Mei 2024

Cerita Eza Gionino Kabur Dari Rumah Orang Tua, Merasa Dianggap sebagai Mesin ATM

Berita Terkait

Eza Gionino. (YouTube Sonfai Family)

batampos – Pemain sinetron Eza Gionino sempat kabur dari rumah orang tuanya pada 14 Mei 2018 silam setelah tak direstui menikah dengan Meiza Aulia Coritha. Saat itu bahkan dia merasa dianggap sebagai mesin ATM.

Keputusan Eza kabur dari rumah ternyata merupakan akumulasi dari sejumlah permasalahan. Dalam video di kanal YouTube Sonfai Family, Eza Gionino akhirnya membongkar apa yang sebenarnya terjadi ketika itu.

Pria kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 33 tahun silam mengaku dipaksa menikah dengan perempuan pilihan ibunya. Eza Gionino pun tak bersedia karena sudah punya pilihan sendiri.

“Saat itu gua dikasih dua pilihan sama nyokap. Nikah dengan pilihan mama honor dibagi dua atau pergi dari sini,” kata Eza Gionino.

Baca Juga:Tips Tetap Bugar di Usia 40 Tahun

Diberi pilihan seperti itu,dia pun memilih untuk hengkang saja dari rumah. Keputusan ini tentu saja berat. Dia sampai semalaman tidak bisa tidur menjelang hengkang dari rumah. Tapi keputusan ini harus diambilnya setelah Eza Gionino dikecewakan merasa diperlakukan seperti mesin ATM.

“Gua merasa nggak dianggap sebagai anak. Gua dianggapnya sebagai mesin ATM ya. Dianggap sebagai penghasil duit saja,” keluh Eza Gionino.

Keputusan hengkang dari rumah tentu saja ada konsekuensi yang harus dia terima. Eza Gionino tak bisa membawa barang-barang berharga miliknya yang dibeli dari jerih payah hasil syuting. Sebab, semua barang tersebut dibeli atas nama orang tuanya. Bahkan mobil sport milik Eza Gionino atas nama ibunya.

“Gua beli apa pun tidak pernah atas nama gue. Semuanya atas nama nyokap gua. Gua pribadi nggak pernah nyangka akan seperti ini,” katanya.

Pada saat pergi dari rumah, Eza Gionino tidak membawa barang berharga. Dia hanya membawa baju dan mobil yang masih nyicil pada saat itu.

Setelah Eza Gionino hengkang dari rumah, dia mengaku tidak pernah ditanya atau dihubungi oleh orang tuanya untuk sekedar mau tahu keberadaannya. Demikian juga kakak tirinya tidak pernah menghubungi Eza Gionino.

“Yang namanya kakak kalau tahu adiknya ada masalah sama orang tua, seharusnya didekatkan bukan malah dijauhkan,” ujar Eza Gionino.

Barang-barang berharga milik Eza Gionino ternyata dijual oleh orang tuanya. Dia sendiri tak tahu alasan di balik keputusan tersebut. “Gua dulu nggak ikhlas karena itu dibeli dari hasil kerja keras gua,” katanya.(*)

Reporter: jpgroup

Update