Selasa, 9 Agustus 2022

Adaptasi Elemen Resor dan Vila di Bali, Modern Tropis ala A House

Berita Terkait

Desain tangga pada A House yang menguatkan kesan modern. Permainan lighting mempercantik tampilannya. foto. MARIO WIBOWO UNTUK JAWA POS

batampos – Siapa yang tak ingin merasakan suasana liburan tiap hari di tengah hiruk pikuk rutinitas perkotaan? Salah satu caranya adalah mengusung beberapa elemen tropis ala tempat berlibur ke dalam hunian. Misalnya, project A House rancangan arsitek Fernandy Toline yang terletak di Tangerang ini.

Rumah itu mengusung konsep utama modern tropis. Fernandy mengadaptasi elemen-elemen yang biasanya ada pada resor dan vila di Bali. Terutama dari segi material.

’’Material itu juga menjawab iklim di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi,’’ terangnya.

Material yang memberikan kesan natural diterapkan di beberapa bagian. Misalnya, batu andesit yang mempermanis fasad. Tampak serasi dengan lis kayu artifisial berupa conwood yang menambah privasi ruang kerja di rumah tersebut. ’’Finishing dengan material batu itu memperkuat kesan tropis ala Bali, lalu unsur modern didapat dari fasad berbentuk seperti boks,’’ kata principal architect BIRE` studio tersebut.

Material natural juga diterapkan di dalam rumah. Beberapa furnitur menggunakan bahan kayu solid. Alhasil, bangunan rumah itu pun didominasi dengan warna-warna maskulin.

Misalnya, hitam, cokelat, dan abu-abu. Menurut Fernandy, hal itu sesuai dengan keinginan pemilik yang ingin rumah itu senada dengan Hotel Aman Tokyo.

’’Kami mengambil reference tone warna dari situ dan ternyata cocok juga untuk hunian di Indonesia,’’ bebernya.

Unsur tropis juga dituangkan melalui layout. Sebisa mungkin ada banyak bukaan di rumah tersebut. Beberapa area juga dibuat semi terbuka. Misalnya, area teras yang dibuat semiprivat.

BACA JUGA: Ini Siasat untuk Dekorasi Rumah

’’Agar tetap menjaga privasi, kami beri banyak tanaman di sana supaya lebih tertutup juga,’’ katanya.

Kemudian ketika melangkahkan kaki memasuki rumah seluas 694 meter persegi tersebut, pemilik rumah disambut dengan ceiling yang tinggi. Ada void besar yang memungkinkan cahaya matahari menembus ke dalamnya. Di atas tangga pun disediakan skylight. Cahaya matahari yang melewatinya akan menghasilkan bayangan yang cantik di dalam rumah.

Satu hal yang cukup menarik dari rumah tersebut adalah adanya atap yang memanjang ke depan. Hal itu dibuat agar bagian depan rumah lebih tertutup karena rumah itu berbatasan langsung dengan jalan besar. ’’Dengan begitu, rumah terasa lebih privat aja. Atap yang memanjang itu juga berfungsi sebagai tampias air hujan,’’ kata alumnus Universitas Katolik Parahyangan tersebut. Terlebih, rumah itu dibuat lebih tinggi daripada jalanan di depannya. (*)

Repoter: JP Group

Update