Selasa, 7 Juli 2026

Horor Taiwan The Rope Curse 4 Usung Legenda Kuntilanak, Tayang 2026

Berita Terkait

The Rope Curse 4 Ekspansi ke Indonesia, Kuntilanak Jadi Teror Utama. F. imdb.com.

batampos – Franchise horor terlaris asal Taiwan, The Rope Curse, siap kembali menghantui layar lebar lewat film keempat berjudul The Rope Curse 4: Kuntilanak.

Berbeda dengan tiga film sebelumnya yang berlatar di Taiwan, sekuel terbaru ini mengangkat legenda mistis Kuntilanak dari Indonesia sebagai pusat cerita.

Dikutip dari Pavilion TAICCA dan Variety, Senin (6/7), langkah tersebut menjadi ekspansi terbesar sepanjang sejarah waralaba tersebut sekaligus memperluas kisahnya ke pasar Asia Tenggara.

Film diproduksi WOWing Entertainment Group dengan Jeff Tsou sebagai produser dan Liao Shih-han yang kembali dipercaya menjadi sutradara.

The Rope Curse 4 juga menjadi film pertama dalam seri ini yang menjalani proses syuting di luar Taiwan. Lokasi pengambilan gambar dilakukan di Jakarta dan Pontianak untuk menghadirkan nuansa lokal yang lebih autentik.

Kepercayaan diri rumah produksi tak lepas dari kesuksesan tiga film sebelumnya. Trilogi The Rope Curse berhasil meraup pendapatan lebih dari NT$200 juta atau sekitar US$6,5 juta di box office Taiwan. Film ketiganya juga meraih popularitas di berbagai negara setelah masuk jajaran film terpopuler di platform streaming.

Dalam film terbaru, cerita mengikuti perjalanan seorang pria yang membawa abu jenazah anggota keluarganya ke Pontianak, Indonesia, demi memenuhi wasiat terakhir sekaligus mencari ayahnya yang telah lama menghilang.

Namun perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk setelah sebuah ritual terlarang membangkitkan sosok Kuntilanak. Teror pun berkembang menjadi kutukan lintas negara yang memicu serangkaian peristiwa kerasukan dan gangguan supranatural.

Film ini kembali dibintangi Vera Chen dan Wilson Hsu, yang sebelumnya tampil dalam seri terdahulu. Produksi juga melibatkan sejumlah aktor Indonesia untuk memperkuat atmosfer budaya lokal.

Produser Jeff Tsou mengatakan Indonesia dipilih karena memiliki kekayaan tradisi spiritual dan cerita rakyat bertema supranatural yang dikenal luas.

Menurutnya, perpaduan mitologi pengusiran roh khas Taiwan dengan legenda Kuntilanak diharapkan menghadirkan pengalaman horor baru yang menarik bagi penonton Indonesia maupun pasar internasional.

Saat ini The Rope Curse 4: Kuntilanak telah memasuki tahap pascaproduksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026.

Film tersebut juga menjadi bagian dari upaya industri perfilman Taiwan memperluas pasar global melalui kolaborasi dengan sineas serta budaya horor Indonesia. (*)

Update