
batampos – Audi resmi kembali meramaikan segmen supercar global dengan menghadirkan Audi Nuvolari, mobil performa tinggi yang digadang-gadang menjadi model paling eksklusif dan bertenaga dalam sejarah modern pabrikan asal Jerman tersebut.
Kehadiran Audi Nuvolari sekaligus menandai kembalinya Audi ke pasar supercar setelah produksi Audi R8 dihentikan pada 2023. Model terbaru ini diposisikan sebagai kendaraan halo yang menampilkan teknologi, performa, dan inovasi terkini dari Audi.
Nama Nuvolari diambil dari pembalap legendaris Italia, Tazio Nuvolari, yang memiliki hubungan historis dengan Auto Union, salah satu pendahulu Audi.
Dari sektor performa, Audi Nuvolari dibekali mesin V8 twin-turbo 4.0 liter yang dipadukan dengan tiga motor listrik axial-flux. Kombinasi sistem hybrid tersebut menghasilkan tenaga hingga 978 hp atau sekitar 987 horsepower.
Berkat tenaga besar itu, Audi mengklaim Nuvolari mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2,6 detik. Kecepatan maksimalnya bahkan diklaim melampaui 350 kilometer per jam.
Tak hanya mengandalkan tenaga, Audi juga menyematkan berbagai teknologi yang terinspirasi dari pengalamannya di ajang Formula 1. Supercar ini dilengkapi sistem aerodinamika aktif, torque vectoring, distribusi tenaga pintar, hingga teknologi quattro predictive ride.
Sistem tersebut mengintegrasikan kontrol traksi, suspensi, dan manajemen tenaga secara real-time untuk menghasilkan performa optimal baik di lintasan balap maupun penggunaan jalan raya.
Audi Nuvolari juga disebut memiliki hubungan teknis dengan Lamborghini Temerario karena menggunakan basis teknologi yang serupa. Meski demikian, Audi mengklaim Nuvolari menawarkan karakter berkendara yang berbeda dengan tenaga yang lebih besar.
Untuk menjaga eksklusivitas, Audi hanya akan memproduksi 499 unit Nuvolari untuk pasar global. Harga supercar hybrid ini diperkirakan mencapai 500.000 pound sterling atau sekitar US$680.000.
Peluncuran Audi Nuvolari menjadi sinyal kuat bahwa Audi ingin kembali bersaing di segmen mobil performa tinggi sekaligus memperkuat posisinya di era elektrifikasi kendaraan premium. (*)
