Minggu, 31 Mei 2026

Video Buatan AI di YouTube Kini Wajib Diberi Label Khusus, Ini Aturan Barunya

Berita Terkait

Ilustrasi logo YouTube (REUTERS/Lucy Nicholson via JawaPos.com)

batampos – YouTube resmi menerapkan kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan konten. Melalui aturan tersebut, video yang dibuat atau dimodifikasi secara signifikan menggunakan AI akan diberi label khusus agar mudah dikenali oleh penonton.

Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak 27 Mei 2026. Langkah tersebut diambil untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada pengguna mengenai keterlibatan teknologi AI dalam sebuah konten.

Dilansir dari GSM Arena, label AI akan ditampilkan pada seluruh video yang teridentifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Untuk video berdurasi panjang, label muncul di bawah pemutar video dan di atas kolom deskripsi. Sementara pada format Shorts, label akan tampil langsung sebagai overlay pada video.

Baca Juga: Nvidia Bocorkan Chip N1X, Laptop AI Windows Generasi Baru Segera Hadir

Sebelumnya, YouTube hanya mengandalkan pengungkapan mandiri dari kreator terkait penggunaan AI dalam proses pembuatan konten. Kini, platform tersebut memperkuat pengawasan dengan menerapkan sistem deteksi otomatis yang mampu mengidentifikasi konten berbasis AI, termasuk video yang tidak diberi keterangan oleh pembuatnya.

Jika terjadi kesalahan pelabelan, kreator dapat memperbarui informasi melalui YouTube Studio dengan mengoreksi status pengungkapan penggunaan AI pada video mereka.

Meski demikian, dalam beberapa kondisi tertentu label tetap akan ditampilkan secara otomatis. Kebijakan itu berlaku untuk video yang dibuat menggunakan teknologi AI milik YouTube seperti Veo dan Dream Screen, maupun konten yang menyertakan metadata C2PA sebagai penanda adanya keterlibatan AI dalam proses produksi.

YouTube menegaskan bahwa penerapan label AI tidak akan memengaruhi sistem rekomendasi maupun monetisasi konten. Video yang diberi label tetap memiliki peluang distribusi dan pendapatan yang sama seperti video lainnya.

Baca Juga: Panduan Jogging untuk Pemula, Mulai dari Pemanasan hingga Pendinginan

Perusahaan menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan keterbukaan informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI generatif yang kini semakin banyak digunakan dalam produksi konten digital. (*)

ReporterJP GROUP

Update