
batampos – Valve Corporation resmi menaikkan harga perangkat gaming handheld Steam Deck OLED secara signifikan di tengah krisis global pasokan chip memori dan penyimpanan.
Kenaikan harga tersebut diumumkan Valve melalui pembaruan resmi di toko Steam pada Rabu (27/5).
Model Steam Deck OLED 512GB kini dijual seharga US$789 dari sebelumnya US$549. Sementara varian 1TB mengalami lonjakan paling besar, dari US$649 menjadi US$949 atau naik sekitar US$300.
Dalam pernyataannya, Valve menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya komponen utama seperti RAM dan SSD yang digunakan pada perangkat handheld mereka.
Perusahaan mengatakan harga terbaru Steam Deck mencerminkan kondisi biaya produksi dan tantangan logistik global yang sedang terjadi di industri teknologi.
Krisis pasokan tersebut disebut berkaitan dengan melonjaknya permintaan chip memori akibat ekspansi besar-besaran industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Banyak perusahaan teknologi saat ini berlomba membangun pusat data AI sehingga pasokan RAM dan storage untuk perangkat konsumen ikut terdampak.
Tidak hanya Valve, sejumlah produsen gaming lain juga mulai menaikkan harga perangkat mereka akibat biaya produksi yang terus meningkat.
Beberapa di antaranya seperti Lenovo Legion Go, konsol Sony PlayStation hingga Nintendo Switch 2 disebut mulai terkena dampak kenaikan biaya komponen global.
Valve sebelumnya juga sempat memperingatkan bahwa krisis memori dapat memengaruhi proyek hardware lain seperti Steam Machine dan Steam Frame.
Di sisi lain, Steam Deck OLED kini kembali tersedia setelah sebelumnya mengalami kelangkaan stok di sejumlah wilayah penjualan.
Valve juga masih menyediakan versi refurbished dengan harga lebih murah sebagai alternatif bagi gamer yang mencari perangkat lebih terjangkau.
Sejumlah analis bahkan memperkirakan harga Steam Machine generasi mendatang bisa menembus US$1.000 apabila kondisi pasar chip global belum membaik.
Sebagian gamer pun mulai menilai era perangkat gaming murah perlahan berakhir akibat dampak industri AI terhadap rantai pasokan komponen teknologi dunia. (*)
