Kamis, 21 Mei 2026

Sering Dianggap Enteng, Ini Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Berita Terkait

Ilustrasi: Pasien hipertensi harus rajin kontrol ke dokter, minum obat, dan jalani pola hidup sehat. (alodokter.com)

batampos – Hipertensi kerap dianggap enteng karena banyak penderita merasa tubuhnya tetap sehat dan tak mengalami gejala khas meski tekanan darah sudah tinggi.

Padahal, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal bila tidak terdeteksi sejak dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI mengatakan, gejala hipertensi sering tak diremehkan hingga membuatnya dikenal sebagai silent killer atau pembunuh dalam dia.

“Banyak pasien saya bilang, ‘Dok, saya merasa sehat-sehat saja, tidak ada keluhan.’ Padahal saat diukur, tensinya sudah 160 per 100,” ujarnya dilansari dari JawaPos.com, Kamis (21/5).

Menurutnya, tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik sehingga tekanan darah tinggi yang berlangsung lama sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Meski sering tanpa gejala, dr. Sukamto mengingatkan ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan masyarakat. Salah satunya sakit kepala terutama di area tengkuk saat bangun pagi.

Selain itu, hipertensi juga dapat ditandai dengan pusing berputar, mimisan tanpa sebab jelas, jantung berdebar, mudah lelah meski tidak banyak aktivitas, pandangan kabur, hingga sesak napas saat melakukan aktivitas ringan seperti naik tangga.

“Bila ada keluhan seperti ini, segera periksakan tekanan darah,” katanya.

Jangan Abaikan Gejala Krisis Hipertensi

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu menegaskan ada kondisi darurat yang disebut krisis hipertensi dan membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.

Gejalanya meliputi sakit kepala hebat yang muncul mendadak, nyeri dada, sesak napas berat, kelemahan pada separuh tubuh, bicara tiba-tiba pelo, hingga kejang.

Menurut dr. Sukamto, kondisi tersebut menjadi tanda tekanan darah sudah sangat tinggi dan mulai merusak organ vital seperti otak, jantung, maupun ginjal.

“Ini tanda bahaya, tekanan darah sudah sangat tinggi dan mulai merusak organ vital seperti otak, jantung, atau ginjal,” jelasnya.

Jangan Tunggu Gejala Baru Periksa Tekanan Darah

Oleh karena itu, dr. Sukamto mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan tekanan darah. Ia menyarankan setiap orang dewasa usia di atas 18 tahun rutin mengecek tekanan darah minimal sekali dalam setahun meski merasa sehat.

Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah kini juga semakin mudah dilakukan karena alat tensi digital sudah banyak tersedia dan mudah digunakan di rumah.

“Pesan saya sederhana, jangan menunggu gejala. Setiap orang dewasa di atas 18 tahun sebaiknya rutin cek tekanan darah minimal sekali setahun, walaupun merasa sehat,” pungkasnya. (*)

ReporterJPGroup

Update