
batampos – Tren sport tourism mulai menggeliat di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Salah satu destinasi yang kini mencuri perhatian wisatawan adalah Pantai Flower Dolphin yang berlokasi di kawasan Pasir Manang, Desa Tarempa Timur, Pulau Siantan.
Pantai ini menawarkan konsep wisata berbeda dari kebanyakan destinasi pantai di Anambas yang selama ini hanya mengandalkan panorama alam.
Hamparan laut biru, pasir putih yang bersih, serta gugusan pulau hijau menjadi daya tarik utama kawasan ini. Air laut yang jernih membuat dasar laut terlihat jelas dari tepi pantai, ditambah suasana tenang yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Selama ini, wisata Anambas dikenal sebagai destinasi alam untuk bersantai, berenang, memancing, atau sekadar menikmati keindahan laut. Namun, perkembangan tren wisata kini mulai bergeser ke arah sport tourism yang memadukan rekreasi dan aktivitas olahraga.
Sayangnya, pilihan destinasi sport tourism di Anambas masih terbatas. Kondisi ini membuat Pantai Flower Dolphin hadir sebagai alternatif baru bagi wisatawan.
Lokasinya pun cukup mudah dijangkau, hanya sekitar 10 menit dari pusat Kota Tarempa menggunakan kendaraan bermotor.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung disuguhi pemandangan laut dan pepohonan hijau yang masih alami. Akses jalan juga relatif mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sesampainya di lokasi, pengunjung langsung disambut pemandangan pantai dengan air laut biru kehijauan yang jernih serta suasana yang tenang dan alami.
Namun yang membuat Pantai Flower Dolphin berbeda adalah hadirnya berbagai wahana olahraga air yang dapat dinikmati wisatawan.
Pengunjung tidak hanya bisa berenang, tetapi juga mencoba kano, sepeda air, banana boat, hingga snorkeling yang menambah pengalaman wisata lebih aktif dan menyenangkan.
Pengelola Pantai Flower Dolphin, Marulam Siahaan atau akrab disapa Bang Jack, mengatakan konsep sport tourism sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru bagi wisatawan.
“Kalau selama ini orang datang ke pantai hanya duduk makan lalu berenang dan pulang, sekarang kita coba kasih pengalaman berbeda supaya lebih berkesan,” ujar Bang Jack kepada Batam Pos, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, Pantai Flower Dolphin baru beroperasi sekitar satu bulan, namun antusias masyarakat mulai terlihat terutama saat akhir pekan.
“Kita menyajikan berbagai wahana olahraga air yang sedang diminati masyarakat. Sebelumnya memang belum ada destinasi seperti ini di Anambas,” katanya.
Bang Jack mengungkapkan, ide menghadirkan wahana ini muncul karena kebutuhan inovasi di sektor pariwisata Anambas agar wisatawan tidak cepat bosan.
“Selama ini yang dijual hanya pemandangan. Orang datang, duduk, makan, lalu pulang. Kita ingin ada pengalaman yang lebih berkesan,” ucapnya.
Untuk menarik pengunjung, tarif wahana dibuat cukup terjangkau. Kano dikenakan Rp1.000 per menit, sepeda air Rp2.000 per menit, dan banana boat Rp40.000 untuk dewasa serta Rp25.000 untuk anak-anak.
Sementara itu, snorkeling tidak dipungut biaya, hanya penyewaan alat seperti kacamata renang dikenakan Rp50.000.
“Kita sengaja buat harga murah supaya semua bisa menikmati,” jelasnya.
Selain wahana olahraga air, Pantai Flower Dolphin juga memiliki daya tarik unik lain, yakni kemunculan kawanan lumba-lumba di sekitar perairan pantai.
Kehadiran lumba-lumba ini kerap menjadi kejutan sekaligus hiburan tersendiri bagi pengunjung, meski waktu kemunculannya tidak dapat dipastikan karena terjadi secara alami.
“Lumba-lumba tidak menentu munculnya. Tapi mereka suka di sini karena airnya bersih dan terawat,” kata Bang Jack.
Ia berharap Pantai Flower Dolphin dapat menjadi ikon wisata sport tourism baru di Anambas dan mendorong perkembangan sektor pariwisata daerah.
“Harapannya wisata Anambas tidak hanya dikenal karena keindahan alam, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya. (*)
