Sabtu, 18 April 2026

Simak 5 Potensi Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan

Berita Terkait

Ilustrasi seorang wanita duduk. (JESSICA TICOZZELLI by Pexels)

batampos – Kadangakala bahkan sering, kita duduk terlalu lama karena bekerja atau aktivitas lainnya yang mengharuskan duduk. Padahal, duduk terlalu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan.

Individu yang bekerja di balik meja, pemain game, dan mereka yang menghabiskan banyak waktu menonton TV atau bermain handphone sangat rentan.

Alasan umum untuk duduk terlalu lama meliputi tuntutan pekerjaan, kegiatan rekreasi, atau sekadar gaya hidup yang kurang aktif.

Ketika kurangnya aktivitas fisik menjadi kebiasaan, hal itu dapat secara diam-diam merusak kesehatan Anda.

Dilansir dari laman English jagran, berikut lima potensi bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan Anda.

1. Memperlambat metabolisme

Duduk terlalu lama memperlambat metabolisme sekaligus menghambat pengelolaan berat badan.

Saat tidak aktif, otot membakar lebih sedikit kalori dan metabolisme menurun.

Laju yang lambat ini menghambat penurunan lemak, yang menyebabkan penambahan berat badan.

Ketidakaktifan secara teratur juga mengurangi sensitivitas insulin sekaligus meningkatkan kadar gula darah.

2. Masalah postur tubuh

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan masalah terkait postur tubuh, termasuk nyeri punggung dan leher.

Membungkuk atau posisi duduk yang buruk dapat membuat otot-otot tulang belakang tegang, menyebabkan ketidaknyamanan.

Otot inti yang lemah akibat kurangnya aktivitas memperburuk postur tubuh yang buruk, memberi tekanan pada cakram dan persendian.

Duduk terus-menerus juga mengencangkan otot leher dan bahu, memicu rasa sakit dan kaku.

3. Risiko penyakit jantung

Hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Kurangnya aktivitas menurunkan kolesterol HDL (baik), meningkatkan tekanan darah, dan trigliserida.

Gaya hidup kurang gerak juga menyebabkan resistensi insulin, peradangan, dan pembekuan darah.

Duduk dalam waktu lama secara teratur merusak kesehatan kardiovaskular, menggandakan risiko penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung.

4. Risiko diabetes

Duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko diabetes. Kurangnya aktivitas mengurangi sensitivitas insulin dan mengganggu pengaturan glukosa.

Dengan demikian, hal ini meningkatkan kadar gula darah, peradangan, dan resistensi insulin.

Duduk secara teratur dalam waktu lama merusak fungsi pancreas sehingga meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga dua kali lipat.

5. Memicu kecemasan

Kurangnya aktivitas mengganggu neurotransmiter pengatur suasana hati dan meningkatkan hormon stres.

Gaya hidup yang kurang gerak membatasi kesempatan untuk interaksi sosial, memperdalam perasaan isolasi.

Stagnasi fisik dan duduk terlalu lama juga memicu pikiran gelisah, memperburuk gejala kecemasan.(*)

ReporterJPGroup

Update