
batampos – Gim State of Decay 3 menjadi sorotan setelah terungkap bahwa proyek tersebut belum benar-benar memasuki tahap pengembangan saat pertama kali diumumkan ke publik.
Pengumuman awal dilakukan dalam ajang Xbox Games Showcase 2020 dengan trailer sinematik yang sempat mencuri perhatian, termasuk adegan rusa zombie di hutan bersalju.
Namun di balik visual yang terlihat matang, pengembangan gim tersebut ternyata masih berada pada tahap konsep yang sangat awal.
Pimpinan studio Undead Labs, Philip Holt, mengungkapkan bahwa saat itu proyek bahkan belum benar-benar berjalan.
“Gim hanya ada dalam dokumen Word, belum menjadi proyek yang aktif dikembangkan,” ujarnya dikutip dari GamesRadar+, Selasa (7/4).
Pada saat pengumuman, tim pengembang disebut hanya terdiri dari sekitar 4 hingga 5 orang tanpa proses produksi penuh.
Trailer yang ditampilkan juga bukan gameplay asli, melainkan dibuat oleh studio animasi eksternal dalam bentuk pre-rendered CGI sebagai gambaran visi awal gim.
Hal ini menjelaskan mengapa sejumlah elemen dalam trailer kemungkinan tidak akan muncul dalam versi final.
Kini, State of Decay 3 telah memasuki tahap pengembangan yang lebih matang. Gim tersebut berada di fase pra-produksi lanjutan dan mulai memasuki tahap alpha playtest.
Pengembang juga telah membuka pendaftaran bagi pemain untuk mengikuti uji coba awal.
Sejumlah fitur baru disiapkan, mulai dari mode co-op hingga empat pemain, sistem base building yang lebih kompleks, hingga mekanisme survival yang lebih mendalam.
State of Decay 3 ditargetkan meluncur sekitar tahun 2027, menandai perkembangan signifikan dibanding kondisi awal saat pertama kali diumumkan. (*)
