
batampos – Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi guna menjaga kestabilan pasokan energi nasional. Ajakan tersebut disampaikan oleh Airlangga Hartarto.
Menurutnya, penghematan energi bisa dimulai dari hal sederhana di rumah maupun tempat kerja, tanpa harus mengorbankan produktivitas.
Sejalan dengan itu, International Energy Agency (IEA) membagikan sejumlah tips praktis agar masyarakat bisa lebih efisien dalam menggunakan energi sehari-hari.
Berikut tujuh tips hemat energi yang bisa langsung diterapkan:
1. Jalan Kaki atau Naik Sepeda
Untuk perjalanan jarak dekat, biasakan berjalan kaki atau bersepeda. Selain hemat energi, cara ini juga lebih sehat dan ramah lingkungan.
2. Gunakan Transportasi Umum
Untuk jarak lebih jauh, transportasi umum menjadi pilihan efisien. Selain mengurangi konsumsi bahan bakar pribadi, juga membantu menekan kemacetan dan polusi.
3. Berkendara Lebih Bijak
Gaya mengemudi memengaruhi konsumsi BBM. Hindari akselerasi mendadak, jaga kecepatan stabil, serta pastikan tekanan ban dan kondisi mesin optimal agar lebih hemat energi.
4. Atur Suhu Ruangan Secukupnya
Menurunkan atau menaikkan suhu ruangan secara bijak dapat menghemat energi secara signifikan. Cukup gunakan AC atau pemanas sesuai kebutuhan dan matikan saat tidak digunakan.
5. Gunakan Pemanas Air Secara Efisien
Kurangi durasi mandi dan gunakan pemanas air seperlunya. Kebiasaan sederhana ini dapat menekan konsumsi listrik di rumah.
6. Cegah Kebocoran Udara
Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat agar suhu ruangan tetap stabil. Gunakan tirai atau pelapis untuk mencegah udara dingin keluar.
7. Ganti Lampu ke LED
Lampu LED lebih hemat energi dan tahan lama. Biasakan juga mematikan lampu saat tidak digunakan untuk mengurangi pemborosan listrik.
Pemerintah menekankan, penghematan energi bukan berarti mengurangi aktivitas, melainkan mengubah kebiasaan menjadi lebih efisien.
Dengan langkah sederhana dan konsisten, masyarakat tidak hanya bisa menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi nasional. (*)
