Kamis, 26 Maret 2026

BMW i3 Siap Meluncur, Jadi Pertaruhan Besar Platform Neue Klasse

Berita Terkait

Prototipe BMW i3 saat menjalani pengujian sebelum debut global sebagai sedan listrik generasi baru BMW. Sumber gambar: x.com/AlejandroEV.

batampos – BMW bersiap meluncurkan sedan listrik terbarunya, BMW i3, pada debut global yang dijadwalkan berlangsung 18 Maret 2026.

Model ini menjadi salah satu kendaraan paling penting dalam strategi elektrifikasi BMW karena merupakan sedan pertama yang mengusung platform generasi baru Neue Klasse.

Peluncuran i3 dinilai sebagai langkah krusial BMW dalam menghadapi persaingan kendaraan listrik global yang semakin ketat.

BMW menyebut i3 sebagai awal dari era baru sedan listrik yang terinspirasi dari lini legendaris BMW 3 Series.

Versi listrik ini dirancang untuk tetap mempertahankan karakter sporty dan kenyamanan khas BMW, namun dengan teknologi ramah lingkungan.

i3 menggunakan arsitektur listrik 800 volt serta sistem eDrive generasi keenam yang diklaim lebih efisien.

Varian awal yang diperkirakan hadir adalah i3 50 xDrive dengan konfigurasi dua motor penggerak semua roda (AWD).

Mobil ini diproyeksikan menghasilkan tenaga sekitar 469 hp dan torsi 645 Nm.

Selain itu, teknologi pengisian cepat hingga 400 kW memungkinkan waktu charging yang lebih singkat.

Dengan kapasitas baterai sekitar 108 kWh, i3 diperkirakan mampu menempuh jarak lebih dari 800 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan standar WLTP.

Sebelum peluncuran, prototipe i3 telah menjalani berbagai pengujian ekstrem, termasuk uji musim dingin di Arjeplog.

Pengujian ini bertujuan menyempurnakan sistem penggerak, suspensi, serta manajemen energi kendaraan.

Produksi i3 akan dilakukan di pabrik BMW di Munich, dengan produksi massal dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2026.

BMW i3 akan menjadi bagian penting dari transformasi besar perusahaan menuju kendaraan listrik generasi baru.

Platform Neue Klasse sendiri dirancang sebagai fondasi bagi berbagai model EV BMW di masa depan.

Keberhasilan i3 dinilai akan sangat menentukan posisi BMW dalam bersaing dengan produsen kendaraan listrik global seperti Tesla serta merek-merek EV asal Tiongkok. (*)

SourceAuto News

Update