
batampos – Selama bulan Ramadan, pola makan dan minum masyarakat umumnya berubah karena waktu konsumsi hanya tersedia saat berbuka puasa hingga sahur. Kondisi ini sering membuat sebagian orang kurang memperhatikan asupan cairan tubuh.
Padahal, kebutuhan air tetap harus terpenuhi agar tubuh dapat berfungsi dengan baik selama menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat berpuasa.
Dalam video edukasi kesehatan yang diunggah oleh PPID RSUD Provinsi NTB melalui kanal YouTube, dijelaskan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Karena itu, kekurangan cairan dapat berdampak langsung pada kondisi kesehatan.
Kurangnya asupan air putih saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, risiko gangguan kesehatan yang lebih serius dapat muncul, seperti gangguan ginjal hingga kejang.
Secara umum, kebutuhan air putih orang dewasa berkisar delapan hingga sembilan gelas setiap hari. Tantangannya, selama Ramadan waktu minum menjadi lebih terbatas sehingga diperlukan strategi agar kebutuhan cairan tetap tercukupi.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah menggunakan pola minum 2-4-2. Metode ini membagi konsumsi air putih menjadi dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Berikut pembagian minum air putih selama Ramadan agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.
1. Dua Gelas Saat Berbuka
Minum satu gelas air putih saat berbuka puasa, lalu tambahkan satu gelas lagi setelah salat Maghrib. Air putih membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa sekaligus membantu tubuh beradaptasi kembali sebelum mengonsumsi makanan lebih banyak.
2. Empat Gelas pada Malam Hari
Empat gelas air putih dapat diminum secara bertahap pada malam hari, yaitu satu gelas setelah makan malam, satu gelas setelah salat Isya, satu gelas setelah salat Tarawih, dan satu gelas sebelum tidur.
Minum air secara bertahap membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih baik tanpa membuat perut terasa kembung. Cara ini juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh hingga waktu sahur tiba.
3. Dua Gelas Saat Sahur
Satu gelas air putih dapat diminum setelah bangun sahur dan satu gelas lagi setelah selesai makan sahur. Asupan cairan pada waktu sahur menjadi cadangan penting bagi tubuh agar tidak mudah mengalami dehidrasi selama menjalani puasa sepanjang hari.
Dengan pengaturan pola minum yang tepat, kebutuhan cairan tubuh tetap dapat terpenuhi meski waktu makan dan minum selama Ramadan lebih terbatas. (*)
