Sabtu, 9 Mei 2026

7 Tanda Tubuh ketika Kekurangan Serat, Salah Satunya Berat Badan Bertambah

Berita Terkait

Ilustrasi orang dengan bobot tubuh berlebih. (Freepik)

batampos – Serat memiliki peran penting dalam menjaga pola makan yang sehat. Secara umum, serat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu serat larut dan serat tidak larut.

Serat larut dapat bercampur dengan air dan membentuk tekstur menyerupai gel yang bermanfaat membantu menurunkan kadar kolesterol serta gula darah.

Sementara itu, serat tidak larut tidak menyerap air dan berfungsi menambah volume feses sehingga dapat membantu melancarkan buang air besar.

Selain itu, makanan yang kaya serat juga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi asupan kalori karena memberikan rasa kenyang lebih lama.

Serat turut berperan dalam menjaga kesehatan usus dengan bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan.

Apabila kebutuhan serat tidak terpenuhi dengan baik, tubuh dapat mengalami berbagai efek samping tertentu.

Mengutip NDTV, berikut tujuh tanda dan gejala umum yang dapat muncul akibat kekurangan serat dan penting untuk dikenali.

1. Masalah pencernaan

Gejala yang paling umum adalah sembelit, yang dapat bermanifestasi sebagai jarang buang air besar, kesulitan BAB, atau rasa tidak nyaman saat BAB.

Kekurangan serat juga dapat menyebabkan kembung dan gas.

2. Penambahan berat badan

Serat membantu Anda merasa kenyang dan puas setelah makan sehingga mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan.

Kekurangan serat dapat menyebabkan makan berlebihan dan penambahan berat badan. Selain itu, makanan tinggi serat sering kali lebih rendah kalori dan lebih mengenyangkan.

3. Memengaruhi kadar kolesterol

Serat larut membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam aliran darah.

Oleh karena itu, asupan serat yang rendah dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi, yang memengaruhi kesehatan jantung secara keseluruhan.

4. Fluktuasi gula darah

Kekurangan serat dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan cepat kadar gula darah, yang dapat menjadi masalah khususnya bagi pengidap diabetes atau resistensi insulin.

5. Wasir

Sembelit kronis akibat rendahnya asupan serat dapat meningkatkan risiko wasir, karena mengejan saat BAB dapat memberi tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar rektum.

6. Kelelahan

Tidak mengonsumsi cukup serat dapat menyebabkan penurunan energi karena kontrol gula darah yang buruk dan penyerapan nutrisi yang tidak memadai.

7. Keinginan makan

Pola makan rendah serat dapat menyebabkan meningkatnya keinginan mengonsumsi camilan tidak sehat, karena serat membantu mengatur rasa lapar dan kenyang.(*)

 

ReporterJPGroup

Update